June 19, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mengenal Proses Kreatif Irra Afrelliya, Mantan PMI Hong Kong Asal Madiun yang Kini Miliki Brand Produk Kecantikan Sendiri

2 min read

MADIUN – Tiga hal ini berat untuk dilakukan: menjadi pekerja migran yang jauh dari rumah, menjadi single parent, dan merintis usaha.

Hebatnya, ketiga hal berat itu dilakoni oleh perempuan satu ini.

Namanya Irra Afrelliya. Perempuan kelahiran Madiun, 4 November 1994 ini merupakan contoh betapa kesuksesan bisa dikejar siapapun asal mau berjuang keras.

“Sejak dulu saya dibiasakan untuk mandiri dan kalau ingin segala sesuatu, harus berusaha keras,” ujarnya.

Irra memiliki seorang adik bernama Siska Oktaviola yang lahir pada 2001 lalu. Pada 2002, atau ketika adiknya baru berusia satu tahun, Irra kehilangan ayahnya.

Waktu itu, Irra masih tujuh tahun. Pada 2003, kondisi ekonomi yang berat memaksa sang ibu merantau ke Kalimantan guna untuk menyambung hidup.

Irra mau tak mau harus mandiri lantaran merawat sang adik bersama neneknya. Ayah tiada, dan sang ibu jauh di Kalimantan.

“Ketika berumur 20 tahun, sempat menyusul bekerja di Kalimantan sebelum akhirnya kembali lagi ke Madiun untuk menikah,” ujarnya.

Sama seperti pasangan lain, Irra dan suami juga menghadapi cobaan.

Lantaran terbentur masalah ekonomi, pada 2022, Irra yang sudah dikaruniai putri cantik memutuskan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Hongkong.

Ini dilakukan guna menyambung hidup dan membantu ekonomi suami.

Namun ⁠sayangnya, Irra harus bercerai dengan sang suami pada 2023. “Sedih luar biasa waktu itu,” tuturnya.

Irra menolak tumbang. Ia mencoba terus tegar.

Kendati masih di perantauan, Irra mencoba merintis usaha menjadi affiliate salah satu produk kecantikan.

“Tak disangka ternyata banyak sekali yang membeli. Alhamdulillah perekonomian makin stabil meskipun single parent,” kata dia.

Singkat cerita, usahanya semakin berkembang.

Irra kemudian memberanikan diri membangun brand sendiri. Bisnis produk-produk kecantikannya diberi nama seperti namanya.

“Syukur alhamdulillah makin banyak peminat dan banyak pula yang ingin bergabung dalam bisnis ini,” ujarnya.

“Sekarang, saya mencoba berbagi inspirasi dengan banyak PMI lain. Meskipun single parent, kita semua bisa menjadi independent woman,” sambungnya.  []

Sumber Radar Madiun

Advertisement
Advertisement