August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mengenal Tim Trenggana, Tempat Curhat PMI yang Jalani Karantina, Tumpuan PMI Atasi Masalahnya

2 min read
Tim Trenggana Satpol PP Pemprov Jatim layani PMI di Asrama Haji Sukolilo Surabaya (Foto Istimewa)

Tim Trenggana Satpol PP Pemprov Jatim layani PMI di Asrama Haji Sukolilo Surabaya (Foto Istimewa)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SURABAYA –  Kegiatan karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya diwarnai oleh banyak kendala di lapangan. Namun, keberadaan Tim Trenggana Satpol PP Jatim cukup dirasakan manfaatnya oleh banyak PMI dari pelbagai daerah. Salah satunya jadi tempat curhat.

“Kami di Asrama Haji ini punya Pos Belimbing (di bawah pohon belimbing). Setiap PMI yang mengalami kendala dan masalah, lapornya pada kami. Sebisa mungkin kami upayakan untuk membantu,” kata Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin, Jumat (18/06/2021).

Ia mengatakan, proses karantina tak sedikit membuat para PMI resah hingga mengalami stres. “Di sini tidak disiapkan tim psikolog untuk trauma healing. Jadi kami lebih banyak mendengarkan keluhan dan berupaya membantu,” jelasnya.

Solihin menceritakan kejadian, Kamis (17/06/2021) kemarin di mana seorang PMI laki-laki asal Bangkalan yang mengalami stres saat masa karantina. Ia pun berusaha menenangkan dan membujuk pria berinisal RM yang sedang asik tidur tengkurap di rumput taman.

“Tidak mudah, kalau yang stres, kami harus melakukan pendekatan. Harus pelan-pelan supaya tidak semakin stres,” ungkapnya.

Tim Trenggana pun membantu kendala PMI yang baru tiba karena hanya memiliki uang asing. “Banyak yang uangnya dollar Singapura, Hongkong, ringgit Malaysia. Kami tukar dengan uang pribadi kami. Ambil di ATM Bank Jatim untuk tukar uang milik PMI. Nilainya sesuai kurs, karena saya cek dulu di google,” jelasnya sembari tertawa.

Untuk kendala terbanyak, kata Solihin, yakni ponsel para PMI yang dari luar negeri itu harus discan barcode di Bea Cukai agar bisa digunakan di Indonesia. “Kami bantu banyak PMI untuk scan di Bea Cukai. Kami tidak meminta biaya apapun. Pembayaran sesuai ketentuan Cukai,” katanya.

Namun, pernah sekali salah satu anggota Tim Trenggana saat di Bea Cukai Bandara Juanda malah dikira calo. “Anggota saya sudah pakai seragam Satpol PP masih dikira calo oleh satpam disana. Sempat marah marah anggota saya sampai gebrak meja,” ungkapnya seru.

Kendati banyak kendala yang dihadapi, Tim Trenggana cukup dikenal oleh para PMI karena menjadi problem solving atas pelbagai keluhan. “Kami bekerja 24 jam. Tidak pulang ke rumah. Kami jalani semuanya dengan iklhas,” pungkasnya. []

Kominfo Jatim

Advertisement
Advertisement