June 19, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menghadapi Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman

4 min read

JAKARTA – Ketika fitnah, adu domba, dan saling menjelekkan antara sesama sudah marak ditebarkan, itu artinya usia dunia sudah semakin tua.

Tapi anehnya, justru di usianya yang sudah menua itu  banyak orang yang terpesona dan berusaha untuk mendekati dan meraihnya.

Mengapa fitnah kian bertebaran? Mengapa adu domba marak di mana-mana? dan mengapa saling menjelekkan antar sesama semakin tampak nyata? Itulah tanda akhir zaman.

Bermohonlah kepada Allah agar semoga dihindarkan dari segala bentuk fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Hadis nabi dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata:

Artinya: “Rasulullah SAW berdoa, ‘Ya Allah aku meminta perlindungan padamu dari azab kubur, dan dari azab neraka dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian dan dari fitnah al masih Dajjal”. (HR Bukhari).

Di akhir zaman ini, fitnah banyak bertebaran, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Sejak dulu, Rasulullah SAW pun telah memberikan pesan kepada umat Islam terkait fitnah di akhir zaman dan umat Islam harus memiliki bekal untuk menghadapinya.

Mengutip republika.co.id, selain berdoa, cara menghadapi fitnah akhir zaman adalah:

 

  1. Bersabar saat menghadapi fitnah

Dalam kitabnya yang berjudul Ighatsatul Lahfan, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan, tidak ada obat bagi fitnah kecuali sabar. Sabar merupakan penempa seseorang dan pembersih dirinya dari dosa sebagaimana pembakaran merupakan tempaan untuk menghasilkan perhiasan emas dan perak. Fitnah itu tempaan untuk menghasilkan seorang mukmin yang jujur.

 

  1. Segera melakukan ketaatan

Sesungguhnya menyibukkan diri dengan ketaatan dan bersegera menuju peribadatan kepada Allah saat fitnah akhir zaman merupakan faktor besar yang mendukung seorang mukmin bisa teguh di jalan Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW juga berpesan kepada umatnya segera melakukan amal saleh saat terjadi fitnah.

Rasulullah bersabda,

“Bersegeralah beramal sebelum munculnya fitnah yang datang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap, seseorang di pagi harinya beriman dan di sorenya telah menjadi kafir, atau sorenya masih beriman dan pagi harinya telah menjadi kafir, menjual agamanya dengan gemerlap dunia.” (HR Muslim).

Dikutip Islampos.com dari halaman Penaungu, berikut ini hadis-hadis tentang fitnah akhir zaman.

Dari Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy, beliau berkata:

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan cemas sambil bersabda,

“La ilaha illallah, celaka (binasa) bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka bagian dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini”, dan Baginda menemukan ujung ibu jari dengan ujung jari yang sebelahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyaratkan seperti bulatan.

Saya lalu bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa, sedangkan di kalangan kami masih ada orang-orang yang shaleh?” Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Ya, kalau kejahatan sudah terlalu banyak dilakukan.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Dari Tsauban r.a berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

“Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni tempat hidangan mereka”.

Maka salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada hari itu?”

Nabi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab,

“Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahn‘.

Seorang sahabat bertanya: “Apakah ‘wahn’ itu, ya Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati”. [HR. Abu Daud].

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash r.a. ia berkata, Aku mendengar Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mencabut (menghilangkan) ilmu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama.

Apabila sudah ditiadakan para ulama, orang banyak akan memilih orang-orang jahil sebagai pemimpinnya.

Apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.” [HR. Muslim].

Dalam hadis lainnya, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a, ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lobang biawak pun kamu akan mengikuti mereka”.

Sahabat bertanya. “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang Tuan maksudkan?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Siapa lagi?” [HR. Muslim].

Dari Miqdam bin Ma’dikariba r.a, ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Hampir tiba masanya di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas kemegahannya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis dari haditsku maka ia berkata:

“Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (Al-Qur’an) saja. Apa yang dihalalkan oleh Al-Qur’an kami halalkan, dan apa yang ia haramkan kami haramkan”.

“Padahal apa yang diharamkan aku (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) sama hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala”. [HR. Abu Daud dan Ibnu Majah].

Dari Mughirah bin Syu’bah r.a, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Senantiasa di kalangan umatku ada golongan yang selalu menang (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah pada suatu waktu yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka senantiasa menang.” [HR. Bukhari].

Dari Abu Hurairah r.a, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Umatku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat dahulu. “Sahabat bertanya, “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?”

Nabi Shallallahu‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Penyakit-penyakit itu ialah:

 

  1. Terlalu sombong,

 

  1. Terlalu mewah,

 

  1. Mengumpulkan harta sebanyak mungkin,

 

  1. Tipu menipu dalam merebut harta benda dunia,

 

  1. Saling memarahi,

 

  1. Dengki-mendengki, sehingga jadi zalim menzalimi.”

 

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam;

“Islam mulai berkembang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing tersebut.” [HR. Muslim].  []

Advertisement
Advertisement