August 20, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menjadi Kantong Pekerja Migran, LTSA Kembali Didirikan di Empat Daerah

2 min read
Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi (Foto Istimewa)

Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi (Foto Istimewa)

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan bersama pemerintah daerah telah memfasilitasi pembentukan 46 Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA). Kemnaker juga bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO)-UN Women Safe and Fair, Koalisi Perempuan Indonesia, Kalyanamitra, dan Women Crisis Center Mawar Balqis yang telah mengintegrasikan layanan Migrant Worker Resource Centre (MRC) ke dalam LTSA di Cirebon, Blitar, Tulungagung dan Lampung Timur.

“Alhamdullilah, kami telah me-launching Pusat Informasi dan LTSA yang Responsif Gender MRC di Kabupaten Cirebon, dan hari ini akan di-launching untuk di Kabupaten Lampung Timur,” kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi ketika me-launching Integrasi LTSA dengan MRC secara virtual, Senin (29/11/2021).

Sekjen Anwar mengungkapkan Pusat Informasi dan LTSA yang responsif gender merupakan percontohan pertama di Indonesia dan ASEAN dalam membangun layanan terpadu dan terkoordinasi untuk meningkatkan pelindungan pekerja migran Indonesia (PPMI), khususnya perempuan dan keluarganya sejak dari tingkat desa.

Pembentukan MRC ini mendukung perluasan fungsi LTSA, khususnya dengan layanan non-administratif yang lebih tanggap gender. Melalui integrasi MRC-LTSA diharapkan fungsi LTSA dapat semakin optimal, mudah diakses dalam memberikan layanan perlindungan menyeluruh dan responsif gender bagi pekerja migran.

“Saya menyambut baik kerja sama ini yang merupakan bentuk upaya kita dalam melakukan penguatan tata kelola penempatan dan pelindungan PMI dalam keseluruhan proses penempatan,” kata Sekjen Anwar.

Sekjen Anwar menegaskan peran pemerintah daerah menjadi sangat sentral dalam memberikan layanan informasi membuat basis data PMI, menyediakan dan memfasilitasi pelatihan kerja kepada calon pekerja migran.

“Saya sangat menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab ini pastilah sangat berat, apalagi saat pandemi Covid-19 sekarang ini,” ucapnya.

Dia juga mengapresiasi komitmen Pemda Lampung Timur dalam menginisiasi pembangunan LTSA-PPMI melalui APBD 2022.

“Kami akan mendukung penuh pembentukan LTSA ini sesuai dengan arahan Menaker Ida Fauziyah yang meminta seluruh kementerian atau lembaga dan stakeholders terkait dapat memberikan kontribusinya dalam optimalisasi fungsi LTSA,” tegas pria kelahiran Ponorogo ini. [JPNN]

 

 

 

Advertisement
Advertisement