March 19, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menjadi PMI itu “Menular”

2 min read

MADIUN  – Kepulangan seorang pekerja migran ke kampung halaman, bukan saja menjadi pusat perhatian keluarga yang selama ini ditinggalkan. Tetangga, teman kerabat lainpun ternyata juga memiliki kepentingan untuk bertemu yang bukan sekedar melepas rindu. Melainkan bertanya terkait pengalaman menjadi PMI.

Banyak orang tertarik menjadi PMI setelah melihat keberhasilan seorang PMI menurut ukuran mereka, diantaranya secara finansial menjadi lebih memiliki. Namun tidak banyak yang menelisik terkait resiko menjadi PMI selama di negara penempatan.

Dus, keberhasilan seorang PMI menjadi magnet bagi orang lain untuk mengikuti jejaknya menjadi PMI juga.

Hal tersebut terjadi di Dagangan Madiun. Saat Sutini (45) warga Dagangan Madiun cuti untuk berlebaran di kampungnya, menarik perhatian dua orang tetangganya untuk mengikuti keberhasilan Sutini, dimana dibanding dulu sebelum menjadi PMI, Sutini yang hanya bekerja menjadi penjaga sebuah toko sembako tampak tidak berdaya dengan kondisi finansialnya.

Saat suami sakit tidak bisa bekerja hingga meninggal dunia, Sutini hanya bisa pasrah dengan keadaan, sampai suatu hari delapan tahun silam, informasi datang menghampiri Sutini tentang betapa enaknya bekerja menjadi PMI dari seorang pialang sebuah perusahaan perekrut.

Tidak menunggu waktu lama, setelah berpamitan pada kedua orang tua dan mertua, Sutini kemudian menitipkan kedua anaknya pada orang tuanya dan berproses berangkat ke Hong Kong.

Delapan tahun berlalu, satu persatu tanda tanda finansial mulai tampak. Jika dulu rumahnya reyot, kini sudah berubah menjadi rumah berdinding beton berlantai keramik.

Jika ibunya dulu kemana mana hanya naik sepeda ontel, kini untuk antar jemput cucunya sekolah, ibu Sutini bisa mengendarai sekupi. Dan sederet tanda  tanda lain yang tampak di masyarakat.

Dua orang tetangga yang masih berusia menjelang 30 tahun akhirnya bertekad mengikuti jejak Sutini dengan mendaftarkan diri mereka di sebuah perusahaan pengirim di dekat Viktoria Parknya kota Madiun.

Kini, harapan besar dua orang tetangga Sutini bisa mendapatkan taraf kehidupan minimal seperti yang diraih Sutini. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply