June 14, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menyatat Hati, Istri Gangguan Mental Makamkan Suami ODGJ Sendirian di Malang

2 min read

MALANG – Suasana tenang kehidupan warga Desa Ampelgading Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang tetiba berubah menjadi heboh saat terkuak peristiwa seorang ODGJ memakamkan suaminya sendiri di belakang rumah.

Adalah Seniman (60), seorang kakek pengidap ODGJ warga desa tersebut, meninggal dunia setelah sebelumnya diketahui menderita sakit muntah muntah, jasadnya dikuburkan sendiri oleh istrinya Muslikah (56) dibelakang rumah mereka.

Aksi pemakaman jenazah oleh Muslikah terbongkar oleh perangkat desa setempat. Kemudian perangkat desa itu berkoordinasi dengan Polsek Tirtoyudo dan diteruskan ke Polres Malang.

Dinukil dari beberapa tayangan media lokal, Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik mengatakan, Seniman dikenal sebagai Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sedangkan sang istri Muslikah juga mengalami gangguan mental.

“Warga sekitar sempat curiga dengan aksi penguburan korban yang dilakukan sendiri oleh istrinya saat itu,” ungkap Ahmad kepada awak media, Jumat (19/05/2023).

Perangkat desa akhirnya melaporkan kecurigaan itu kepada Polsek Tirtoyudo, lalu berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Malang untuk melakukan olah TKP.

“Saat hendak melakukan olah TKP itu, anak dan istri korban yang juga diduga mengalami gangguan mental sempat mengamuk dan melawan petugas,” tuturnya.

Menurut Taufik, berdasarkan informasi salah satu cucu korban, sebelumnya korban memang mengidap penyakit muntah-muntah dan tidak bisa beraktivitas.

“Sebelumnya korban sempat menyampaikan kepada istrinya, minta dikuburkan di belakang rumah supaya anak cucunya bisa menjenguk,” jelasnya.

Setelah meninggal, korban dikubur sendiri oleh istrinya.

“Tim Inafis akhirnya menggali ulang kuburan korban dan membawanya ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk visum. Tinggal menunggu hasilnya,” tuturnya.

Dia mengatakan, tak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” imbuhnya.

Sementara itu, istri dan anak korban yang diduga mengalami gangguan jiwa dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sumberporong Lawang, Kabupaten Malang untuk pengobatan.

“Hingga saat ini keduanya masih proses perawatan di RSJ Lawang,” pungkasnya. []

 

Advertisement
Advertisement