September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menyuapi Nenek Majikan dengan Kasar, PRT Asing yang Menggunakan Masker Merah Putih Diviralkan Warga Lokal

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

ApakabarOnline.com – Menjadi seorang lansia, dalam budaya timur seyogyanya adalah menjadi sosok tua yang berhak mendapat hormat dari yang muda secara etik. Jika yang etik tersebut penerapannya tidak sesuai dengan pengharapan masyarakat, cenderung akan menjadi hal sensitif yang mengundang kontroversi.

Seperti yang terjadi di Singapura kali ini. Saat seorang nenek lansia berkursi roda datang di sebuat pusat makanan dengan didorong oleh PRT asing yang tidak diketahui jatidirinya, seorang warga lokal Singapura mel9ihat, bagaimana nenek tersebut mendapat perlakuan yang menurut warga tersebut sudah masuk kategori melecehkan.

Warga yang menyebut dirinya sebagai Ms Kat mengungkapkan apa yang dia lihat di jejaring sosial media. Kat berharap, unggahannya akan sampai ke keluarga si nenek lansia yang diasuh oleh PRT asing itu.

Dalam unggahannya, Kat menurutkan, dirinya melihat peristiwa tersebut pada Minggu 17 Januari 2021 kemarin di kawasan Circuit Road Market & Food Centre.

Kat mengawali unggahannya dengan mengatakan bahwa sejatinya dirinya tidak terbiasa menuliskan unggahan-unggahan dalam kalimat panjang. Namun menurut Kat, peristiwa tersebut membuatnya menulis dalam kalimat panjang.

Saat mengantri makanan di kawasan tersebut, Kat melihat seorang lansia berkursi roda datang dengan seorang PRT asing yang mengenakan masker merah putih kemudian duduk di meja yang dekat dari posisinya.

Selanjutnya, lansia tersebut menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan dan mengatakan kepada PRT asing bermasker merah putih tersebut bahwa dirinya tidak ingin makan. Namun PRT asing bermasker merah putih tersebut mengabaikan dan terus menyuapkan mie panas ke mulut majikan lansianya.

“Saya pikir mungkin karena caranya memberi makanan. Sebab, sebelum makanan itu ditelan, dia sudah memasukkan lagi makanan ke dalam mulutnya” tambah Kat.

Ending dari apa yang dia lihat, nenek lansia tersebut terus menolak diberi makan, dan membuat di PRT asing bermasker merah putih terlihat gelisah dan marah. Kemudian sendok serta sumpit yang digunakan dilemparkan oleh PRT ke meja. Lalu, sumpit dan sendok yang sudah kotor karena dilempar tadi digunakan lagi untuk menyuapi si nenek dengan paksa.

Kat mengatakan, peristiwa tersebut berlalu begitu cepoat sebelum dia sempat mengambil gambar video agar lebih jelas.  Sebab, tak lama berselang, PRT tersebut kembali membawa pergi si nenek dengan menyisakan 90% sup dan 90% teh lantaran hanya dimakan dan diminum sedikit.

Sebagai orang yang peduli lansia, Kat berharap agar unggahannya tersebut sampai ke keluarga si nenek dengan harapan agar si nenek lebih mendapat perhatian dan asuhan yang lebih baik serta bermartabat. []

Sumber The  Independent SG

Advertisement
Advertisement