December 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menyukseskan Banyak Peternak di Komunitas Peternak Bebek yang Berangkat dari Group Facebook

2 min read

JAKARTA – Guna menghasilkan produk bebek yang berkualitas, dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni soal cara beternak yang benar hingga penggunaan vitamin atau obat untuk bebek. Menjalani usaha peternakan bebek ini tidak semudah yang dibayangkan.

Dibutuhkan kecermatan, kesabaran, dan ketekunan untuk merawat unggas berkaki dua itu.Tantangan lain yakni minimnya pengetahuan dan pengalaman. Inilah yang mendorong Agni Amerta dan sang Ayah, Ir. Ardi Wisuku, membuat Grup Facebook Komunitas Peternak Bebek Petelur & Pedaging Seluruh Indonesia (KPBP2SI) pada 2016 silam sebagai sarana pembelajaran, konsultasi sesama peternak, dan diskusi mengenai budidaya bebek petelur dan pedaging.

Terbentuk pada 2016 silam, komunitas ini berkembang begitu pesat dengan jumlah anggota terkini mencapai lebih dari 190 ribu orang. Menurut Agni, informasi dan pengetahuan seputar budidaya bebek yang dibagikan dalam Grup ini menjadi alasan utama para anggota untuk bergabung dan terhubung satu sama lain.

Selain konsultasi dalam beternak bebek, mereka juga kerap memberikan keterampilan dalam hal strategi pemasaran dan penjualan produk akhir. Hal ini membuat peran dalam siklus ternak bebek menjadi lebih teratur dan imbang, sehingga harga jual di pasar tetap stabil serta meminimalisir kelebihan atau kekurangan stok.

“Saat ini yang dibutuhkan peternak adalah informasi, terutama tentang perkembangan penyakit dan cara menanggulanginya. Biasanya sakit apa, obat atau perawatannya harus bagaimana. Dengan harapan tidak ada kematian. Kalau kematian rugi. Terus, bagaimana cara agar bebeknya cepat besar, cepat bertelur,” ujar Agni.

Ardi juga menjelaskan bahwa tujuan utama Grup Facebook ini dibuat adalah untuk mendobrak cara-cara beternak tradisional menjadi modern.

“Contoh, dulu mereka menggembalakan bebeknya di sawah. Sekarang berubah menjadi di kandang. Dulu pakannya apa adanya. Sekarang menjadi teratur. Akhirnya, kualitas dari hasil produksinya bagus, lebih terkontrol kesehatannya,” jelasnya.

Mengelola Grup Facebook bukanlah pekerjaan mudah. Agni sangat disiplin dalam menjalankan aturan Grup yang wajib disepakati, salah satunya adalah dilarang berjualan. Sebagai admin, Agni juga melakukan filter pada postingan Grup agar suasana tetap nyaman dan kondusif untuk berdiskusi.

Selain diskusi di dalam Grup, anggota KPBP2SI juga kerap melakukan pertemuan langsung atau kopdar (kopi darat) untuk meningkatkan keakraban dan edukasi langsung. Kopdar untuk pertama kalinya digelar pada akhir 2016 silam di 12 kota di antaranya Tulungagung, Jombang, Solo, Yogyakarta, Tegal, hingga Palembang dengan kehadiran sekitar 100 anggota di setiap kota.

Usaha tidak menghianati hasil. Berkat konsistensi Agni membangun sebuah komunitas dan hubungan yang bermakna, secara online dan offline, kini 80 persen peternak pemula yang merupakan anggota Grup Facebook KPBP2SI sudah menunjukkan pencapaian yang signifikan dalam usaha ternak mereka.

Selama setahun terakhir, Facebook mempelajari bahwa banyak dari pemimpin komunitas yang mencari dukungan dan panduan dalam cara terbaik untuk membantu komunitasnya berkembang. Melalui Facebook Community Leadership Program, Facebook menyediakan pengetahuan, keterampilan, alat, dan dukungan untuk membantu para pemimpin ini membangun komunitasnya dalam cara baru yang inovatif guna mempromosikan dampak positif dan jangka panjang. [Azhar Ilyas]

Advertisement
Advertisement