November 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Meski 48 Orang di Korsel Meninggal, Vaksinasi Ngotot Tetap Dilanjutkan

1 min read

A health worker injects a person during clinical trials for a Covid-19 vaccine at Research Centers of America in Hollywood, Florida, U.S., on Wednesday, Sept. 9, 2020. Drugmakers racing to produce Covid-19 vaccines pledged to avoid shortcuts on science as they face pressure to rush a shot to market. Photographer: Eva Marie Uzcategui/Bloomberg via Getty Images

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Meski publik sempat mengalami kecemasan lantaran corona, pemerintah Korea Selatan mendesak warganya untuk tetap mengikuti vaksinasi flu. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kemungkinan wabah yang bertepatan pandemi virus corona yang merajalela.

Pihak berwenang mengatakan mereka tidak menemukan hubungan langsung antara kematian dan suntikan flu dan berusaha meyakinkan warga Korea Selatan tentang keamanan vaksin flu, penyakit yang membunuh setidaknya 3.000 orang setiap tahun.

“Vaksinasi menawarkan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan dengan efek samping, dan baik WHO maupun para ahli di dalam dan luar negeri setuju,” kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo dalam sebuah pengarahan pada hari Minggu, seperti yang dilansir dari Reuters.

Tahun lalu, lebih dari 1.500 orang lanjut usia meninggal dalam tujuh hari setelah menerima vaksin flu, tetapi kematian itu tidak terkait dengan vaksinasi, kata pemerintah.

Korban Tewas Tembus Puluhan, Dokter dan Politisi Korsel Minta Stop Vaksinasi

Korea Selatan memesan 20 persen lebih banyak vaksin flu tahun ini untuk menangkal kemungkinan apa yang disebutnya sebagai twindemic, wabah flu besar dan virus corona yang terjadi bersamaan di musim dingin.

Setidaknya 1.154 kejadian reaksi merugikan telah dilaporkan dari lebih dari 9,4 juta orang yang diinokulasi sejak upaya dimulai pada bulan September. Pemerintah saat ini memulai inokulasi gratis untuk kelompok terakhir yang memenuhi syarat.

Kecemasan publik atas keamanan vaksin flu telah melonjak setelah sedikitnya 48 orang meninggal bulan ini setelah vaksinasi. Sedangkan, bulan lalu, sekitar 5 juta dosis harus dibuang setelah tidak disimpan pada suhu yang direkomendasikan. []

Advertisement