February 28, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

MI Al-Bayan: Berawal dari Hong Kong, Mimpi itu Mewujud di Kaki Gunung Salak

2 min read
Informasi Pendaftaran Pemilih

BOGOR – Pada hari Sabtu (3/9), Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation menyelenggarakan acara Doa Bersama Pembanggunan Ruang Kelas MI Al-Bayan Mandiri yang berlokasi di kaki Gunung Salak, di daerah Cipatat, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Bayan merupakan sekolah yang turut dirintis oleh pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong asal daerah itu, Ghinda Aprilia alias Fatimah. Untuk mendanai operasional sekolah, ia menggalang dana dari teman-temannya sesama PMI di Negeri Beton.

“Mari bersama-sama mewujudkan mimpi kita bersama. Mimpi ini berawal dari Hong Kong sampai ke Cipatat, Pamijahan, di kaki gunung Salak, Bogor,” pesan Ustadz Abdul Ghofur, pimpinan MAI Foundation, yang turut hadir di acara tersebut dalam rangka menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) dengan Yayasan Ibnu Khatib, pengelola sekolah MI Al-Bayan Mandiri. MoU itu sendiri menandai resminya pembangunan ruang kelas MI Al-Bayan.

Selain menjadi kontribusi bagi pendidikan Indonesia, Ustadz Ghofur berharap, pembangunan ruang kelas MI Al-Bayan juga berkontribusi menambah deretan sukses PMI dalam melakukan kerelawanan sosial di kampung halamannya. “Insyaallah, dalam peresmiannya kami akan mengundang Kementerian Agama dan Kementerian Tenaga Kerja, agar kita  bersama-sama bisa melihat kerja nyata PMI yang mampu mandiri di rantau juga bisa mandiri di negeri sendiri,” ujarnya.

IMG-20160903-WA0015

Ditargetkan, dalam 3 bulan ke depan pembangunan ruang kelas MI Al-Bayan kelar. “Semoga impian para siswa yang selama ini belajar di teras luar ruang kelas untuk memiliki ruang kelas dalam waktu dekat bisa terwujud,” kata Abung Sewaka, mewakili pengurus MAI Foundation, dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu MAI Foundation memberikan kejutan untuk siswa dan siswi MI Al-Bayan, dengan menggelar lomba menulis bertema “Terus Sekolah”. Selain trofi, MAI Foundation memberikan sepeda sebagai hadiah utamanya. Spontan, kegembiraan pun menyeruak di acara doa bersama tersebut.

IMG-20160903-WA0013

“Tidak lupa saya sampaikan, hal ini bisa terwujud juga berkat andil besar PMI Hong Kong bernama Ghinda (Fatimah). Kerja keras, kerja nyata, kerja ikhlas, dan pengorbanannya memberikan dampak besar bagi pendidikan Indonesia,” kata Abung.

Untuk pembangunan ruang kelas MI Al-Bayan, terkumpul donasi hampir Rp500 juta. Donasi diperoleh dari banyak pihak, termasuk dari internal Bank Mandiri dan sumbangan PMI Hong Kong.

IMG-20160903-WA0012

Di tengah acara, siswa dan siswi secara spontan memberikan ucapan terima kasih yang sangat mendalam kepada para donatur. “Terima kasih telah membantu kami untuk terus sekolah,” kata Ustadz Ghofur kepada Apakabar Plus, menirukan ucapan mereka. [razak]

Advertisement
Advertisement