October 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Minyak Merah, Fungsinya Sama Dengan Minyak Goreng, Namun Harganya Lebih Murah

2 min read

JAKARTA – Sebagai bentuk kebijakan afirmasi dari Presiden Joko Widodo, Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM saat ini sedang membangun pabrik minyak makan merah.

Minyak yang juga diproduksi dengan bahan dasar minyak sawit tersebut diperkirakan nantinya akan bisa dijual lebih murah daripada minyak goreng. Menurut Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki kisaran harganya ada di Rp9 ribu per liter.

“Harus di bawah migor (minyak goreng), bisa Rp9 ribu (per kg), jadi murah. Ini solusi bagi masyarakat dan petani dan juga sehat serta aman bagi konsumen,” kata dia di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (26/08/2022).

Pembangunan pabrik minyak merah ini, menurut Teten selain bertujuan memberikan alternatif minyak goreng yang lebih murah dan tetap aman untuk dikonsumsi, juga agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) turut terlibat dalam perencanaan Detailed Engineering Design (DED)/dokumen desain teknis bangunan yang diminta oleh Presiden selesai akhir bulan Agustus 2021.

Setelah menyelesaikan DED, mesin pengolahan langsung diproduksi untuk membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) mini dan pabrik minyak makan merah guna mengejar target produksi minyak makan merah di bulan Januari 2023.

Kata Teten, ada sekitar 12 koperasi yang sudah siap membangun pabrik minyak makan merah dari Sumatera Utara, Riau, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Kesiapan tersebut mulai dari kesediaan kebun hingga urusan finansial.

“Pabrik baru, teknologi baru, dan produknya baru. Ini beda dengan minyak goreng yang warnanya bening kekuning-kuningan, kalau minyak makan merah itu merah kekuning-kuningan,” ucapnya.

Dia optimis minyak makan merah bisa diserap melalui anggota koperasi, jaringan rumah makan, dan didistribusikan ke dua kecamatan sekitar pabrik guna mengikis ongkos logistik.

Lebih lanjut, pihaknya akan menggandeng perbankan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengucurkan dana guna pembangunan pabrik minyak makan merah.

Nilai investasi yang dikucurkan untuk pembangunan pabrik minyak makan merah sebesar Rp23 miliar untuk memproduksi 10 ton komoditas tersebut dengan pengembalian investasi selama 4,5 tahun.

“Pembangunan pabrik mestinya tak ada hambatan, justru Pak Presiden sekarang sedang mendorong penguatan UMKM termasuk penguatan industri. Ini kan bagian dari industri,” kata Menkop. []

Advertisement
Advertisement