May 31, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Miris, Karena Panik, PRT Asal NTT Buang Bayi yang Baru Dilahirkan Ke Atas Genteng Rumah Majikan

2 min read

SURABAYA – Melahirkan merupakan sebuah perjuangan mempertaruhkan nyawa yang dilakukan oleh seorang perempuan atas darah daging hasil hubungannya dengan orang tercinta. Melihat hal tersebut, melahirkan merupakan proses sakral hingga anak yang dilahirkanpun otomatis akan dijaga dan dilindungi untuk dibesarkan.

Namun tidak demikian yang terjadi dengan SA (21), seorang perempuan yang bekerja menjadi pekerja rumah tangga di kawasan Jalan Dharmahusada Indah Utara 8/U-6, Surabaya ini.

Perempuan asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut ketahuan melahirkan di rumah majikannya kemudian melemparkan bayinya keatas genteng rumah majikan.

Kanitreskrim Polsek Mulyorejo Iptu Soekram saat dikonfirmasi, Minggu (28/08/2022) menerangkan, penemuan bayi bermula saat pihaknya mendapat laporan dari petugas Command Center 112 Surabaya yang sebelumnya mendapat laporan dari pemilik rumah, Jimmy Irawan. Dari laporan ini, petugas gabungan kemudian mendatangi TKP dan mengevakuasi bayi ke RSUD dr Soewandhi Surabaya.

“Menurut keterangan dari pemilik rumah atau saksi, awalnya mendengar suara tangisan mulai dari 27 Agustus 2022. Saat itu, para ART yang lain mengira bahwa tangisan dari anak kucing, kemudian tidak dilakukan pengecekan,” jelasnya.

“Nah, pada malam hari ini tadi, pemilik rumah kembali mendengar suara tangisan bayi yang lebih kencang dari atas rumah. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar, suara itu dari bayi. Posisinya di atas genteng, tertutup keset (pengesat kaki) dan dalam kondisi masih hidup, lemas. Juga masih lengkap dengan ari-arinya,” tambah Soekram.

Sementara berdasarkan keterangan para ART lain yang bekerja di rumah tersebut, terduga pelaku memang dalam keadaan hamil. Pada 27 Agustus 2022, terduga pelaku mengeluh sakit perut. Kemudian oleh para ART yang lain dibantu dibopong ke kamar untuk istirahat. Para ART pun tak mengira bahwa terduga pelaku hendak melahirkan karena mengatakan tidak apa-apa. Hanya mules biasa.

“Jadi para ART ini sebelumnya mengerti jika perut terduga pelaku mengalami sakit, tapi tidak tahu kalau mau melahirkan. Nah, keterangan ini yang masih akan didalami lagi. Termasuk dari keterangan terduga pelaku sendiri. Sementara cukup itu dulu ya. Besok kami sampaikan lagi perkembangannya,” pungkanya. []

Sumber Jatim Now

 

Advertisement
Advertisement