Misi Dagang Hong Kong Mengundang Indonesia untuk Ikut Pameran Dagang Internasional
2 min read
JAKARTA – Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) mengajak pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan rangkaian pameran dagang internasional berskala besar yang akan digelar di Hong Kong pada Maret–April 2026.
Associate Director, Business Development, Exhibitions and Digital Business HKTDC Samuel Cheng mengatakan pameran tersebut menjadi platform sourcing strategis bagi pembeli Indonesia untuk menemukan produk baru, memperluas jaringan pemasok global, serta membuka peluang bisnis.
“Pameran dagang internasional yang akan digelar di Hong Kong pada Maret hingga April ini menjadi platform sourcing ideal bagi pembeli Indonesia untuk menemukan produk baru, menjalin koneksi dengan pemasok global, dan menangkap peluang bisnis baru,” ujar Cheng dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ia menyebut ajang tersebut menyediakan sarana efektif bagi pembeli, distributor, dan peritel Indonesia untuk menjajaki pasokan dari pelaku industri internasional.
Cheng menambahkan HKTDC menyambut meningkatnya partisipasi perusahaan Indonesia pada 2026 dan mengundang pelaku usaha nasional untuk memanfaatkan Hong Kong sebagai pusat perdagangan global.
Sejumlah pameran yang akan digelar antara lain HKTDC Hong Kong International Diamond, Gem & Pearl Show, HKTDC Hong Kong International Jewellery Show, HKTDC Hong Kong Gifts & Premium Fair, Fashion InStyle, Home InStyle, Hong Kong International Printing & Packaging Fair, dan DeLuxe PrintPack Hong Kong.
Dua pameran perhiasan unggulan bertema “Fusion of Dazzling Beauty,” yakni HKTDC Hong Kong International Jewellery Show ke-42 dan HKTDC Hong Kong International Diamond, Gem & Pearl Show ke-12, dijadwalkan berlangsung pada Maret.
Pada 2025, kedua pameran tersebut menarik sekitar 82.000 pembeli dari 141 negara dan wilayah, serta diikuti sekitar 4.000 peserta pameran dari lebih 40 negara dan wilayah.
Sejumlah perusahaan Indonesia juga akan berpartisipasi dalam Hong Kong International Jewellery Show, di antaranya PT Lotus Lingga Pratama, PT Hartono Wira Tanik, PT Bagong Sejahtera Abadi, Untung Bersama Sejahtera, dan Uc Silver Bali.
Cheng menambahkan Indonesia merupakan salah satu mitra dagang penting Hong Kong di kawasan ASEAN. Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-22 Hong Kong secara global dan ke-6 di ASEAN.
Nilai perdagangan kedua pihak pada tahun itu mencapai lebih dari 4,7 miliar dolar AS atau hampir Rp80 triliun. Ekspor Hong Kong ke Indonesia tercatat lebih dari 2,5 miliar dolar AS dan impor dari Indonesia mencapai sekitar 2,2 miliar dolar AS. []
