July 2, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Omicron Masuk Indonesia, Masyarakat Diminta Perketat Prokes

2 min read

JAKARTA – Masyarakat diminta semakin meningkatkan disiplin protokol kesehatan (prokes) dalam menghadapi virus Covid-19 varian Omicron yang sudah terdeteksi berada di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari menyebut, masyarakat tidak boleh abai dalam menjaga prokes. Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk tidak panik setelah adanya pengumuman kasus pertama Omicron kemarin (16/12/2021).

“Akses pelayanan kesehatannya juga perlu disiapkan agar dapat

dijangkau masyarakat,” kata Putih kepada wartawan, Kamis (16/12).

Dia juga mengingatkan, menurut para ahli situasi pandemi akan menjadi endemi nantinya. Oleh karenanya, masyarakat akan menjalani hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan kebiasan baru protokol-protokol kesehatan.

Selain itu, Putri juga mengingatkan bahwa vaksinasi Covid-19 tetap menjadi penting setelah adanya temuan varian Omicron. Sehingga, akselerasi vaksinasi Covid-19 harus terus dilakukan.

“Walaupun secara capaian vaksinasi kita cukup baik, tapi dari hasil raker Komisi IX kemarin terlihat masih banyak ketimpangan, di beberapa daerah masih ada yang di bawah 70% capaian vaksinasinya,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Anggota Komisi IX DPR Nurhadi. Nurhadi mengatakan, prokes harus terus diperkuat dan masyarakat harus mematuhi setiap larangan dan pembatasan aktivitas yang ditetapkan oleh pemerintah dan Satgas Covid-19.

Selain protokol kesehatan, kata Nurhadi, masyarakat harus mengikuti vaksinasi. Sejalan dengan itu, menurut dia, vaksinasi harus dipercepat agar segera tercapai target 70% populasi untuk terbentuk kekebalan komunal.

Dia juga menekankan mengenai akan adanya libur Natal dan tahun baru. Saat libur tersebut, seluruh pihak harus benar-benar memastikan tidak ada kerumunan yang mempercepat penularan.

“Masyarakat tetap harus waspada dalam menghadapi penularan virus Corona, terutama varian Omicron, yang terdeteksi lebih cepat menular. Pemerintah tetap waspada jangan lengah adanya jeda libur Nataru,” tuturnya.

Nurhadi pun menyambut baik program vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun yang sudah dimulai pemerintah. Dia juga mendukung pemerintah memperketat orang luar negeri masuk Indonesia.

“Vaksinasi anak akan memberikan banyak manfaat dalam upaya mencegah penularan virus Corona mulai dari keluarga masing-masing dan larangan masuk khususnya warga asing dari negara dengan kasus Omicron cukup tinggi,” katanya.

Sejalan dengan itu, Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan berpendapat, untuk menghadapi varian Omicron yang menjadi kunci adalah prokes, tes lacak, isolasi, serta vaksinasi. Dia juga menekankan pencegahan super ketat saat Natal dan tahun baru.

“Prokes harus ditingkatkan kembali, apalagi saat Nataru banyak terjadi mobilitas dan kerumunan masyarakat,” kata Iwan. []

 

Advertisement
Advertisement