November 28, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pastikan Warga Siap Mengungsi, Ganjar Datangi Desa Tertinggi di Lereng Merapi

2 min read
Prime Banner

BOYOLALI – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi Dukuh Sambungrejo, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jumat (6/11/2020). Kedatangannya di desa berjarak tiga kilometer dari Gunung Merapi itu untuk mengedukasi warga setempat setelah Merapi dinyatakan siaga, Kamis (05/11/2020).

Didampingi Plt Bupati Klaten, Sujarwanto, Ganjar berkeliling memantau tempat pengungsian, posko pemantauan Merapi di Balerante dan ke rumah-rumah warga. Setiap bertemu warga, Ganjar mengingatkan agar selalu waspada dan mengikuti anjuran pemerintah.

“Mangke nek diperintah ngungsi, purun, nggeh (nanti kalau diminta mengungsi, mau, ya). Barang-barang disiapke sing arep digowo (barang-barang yang mau dibawa disiapkan),” kata Ganjar kepada warga.

“Nggeh pak,” jawab warga kompak.

Ganjar menerangkan, dari keterangan Badan Geologi, kondisi Merapi masih siaga. Namun diprediksi, jika terjadi erupsi maka tidak sebesar seperti tahun 2010 lalu.

“Sudah ada skenarionya, baik secara geologis maupun vulkanologis mana-mana daerah yang masuk bahaya. Saat ini saya berada di desa terakhir, rumah terakhir dan tertinggi di Klaten yang jaraknya hanya 3 kilometer. Ini termasuk daerah bahaya, karena jarak amannya 5 kilometer,” kata Ganjar.

Meski begitu, relawan, perangkat desa, BPBD dan TNI/Polri semuanya siap. Warga juga siap dievakuasi apabila terjadi peningkatan status. Selain evakuasi warga, lanjut Ganjar, tim juga siap melakukan evakuasi pada binatang ternak milik warga. Berbagai persiapan termasuk moda transportasi sudah standby.

“Warga luar biasa, sudah punya kebiasaan dalam beradaptasi dengan kondisi. Kalau tahun 2010 lalu ada pengalaman agak sulit diajak ngungsi, sekarang kesadarannya sudah muncul. Ini bagus, karena edukasinya terus menerus. Dengan cara ini, relatif kalau terjadi sesuatu evakuasinya lebih gampang termasuk ternak yang menjadi rojobrono-nya,” katanya.

Dengan status merapi naik menjadi siaga, maka saat ini, lanjut Ganjar, tugas pemerintah adalah sisi pengamanan masyarakat dan kewilayahan. Ia berharap tidak terjadi erupsi besar. Namun jika terjadi, semuanya sudah siap.

Untuk tempat pengungsian, di Desa Balerante ini Ganjar melihat persiapan sudah matang. Gedung kecamatan dan sekolah telah disiapkan untuk menampung pengungsi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Pengungsian sudah kami siapkan, tapi belum dipakai karena masih mengikuti perkembangannya. Intinya kami sudah siapkan. Saya minta karena masih kondisi pandemi, tempat pengungsian ditata dengan protokol kesehatan. Jalur evakuasi juga aman, tadi saya cek jalannya bagus. Tapi saya minta aktivitas penambangan dihentikan dulu sampai kondisi aman, biar jalur evakuasi bisa digunakan sewaktu-waktu,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga Dukuh Sambungrejo, Suwono (66), mengaku siap untuk evakuasi jika status Merapi meningkat. Sejak tinggal di tempat itu, Suwono sudah berkali-kali mengungsi karena erupsi.

“Mpun siap, lha sampung ping kathah mbleduk (sudah sering meletus), dados mpun siap (jadi sudah siap),” katanya.

Suwono mengatakan, akan mematuhi imbauan dari pemerintah. Jika diminta mengungsi, ia sekeluarga pasti akan menuruti demi keselamatannya dan keluarga.

“Nggeh kulo manut mawon, kersane slamet (saya ikut saja, bair selamat). Persiapane mpun disiapke (semua persiapan sudah disiapkan), sak wanti-wanti mandap mpun siap (sewaktu-waktu turun mengungsi sudah siap),” pungkasnya. []

Beta News

Advertisement