May 18, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pedagang Peralatan Unjuk Rasa Diringkus Polisi Hong Kong

2 min read

HONG KONG – Penjual perlengkapan untuk demonstran Hong Kong di Sai Ying Pun pada Senin kemarin. Sebanyak 8 orang yang ditahan dituduh menyediakan perlengkapan demo yang menurut aparat dianggap berbahaya.

Menurut laporan South China Morning Post, 3 September 2019, toko di gang Sai Ying Pun adalah toko National Disaster Hardware Shop, yang menyediakan peralatan pelindung bencana dan juga digunakan untuk para demonstran muda Hong Kong.

Toko ditutup pada Senin sore setelah polisi menangkap delapan karyawannya termasuk pemiliknya Lee Ching-hei , tak lama setelah dibuka di lokasi Third Street, Sabtu lalu. Mereka kemudian dituduh memasok “senjata ofensif” dan tidak bekerja sama dengan petugas. Pada briefing hari Minggu, petugas polisi mengklaim bahwa mereka menemukan barang-barang seperti dua botol pembersih saluran, kaleng semprot, bola basket, sebuah peluncur bisbol dan 12 kartu pers.

Karyawan yang ditangkap dibebaskan dengan jaminan pada Senin siang, kata toko itu di media sosialnya.

Toko itu muncul pada awal Agustus dan sudah menjadi tujuan banyak demonstran muda garis depan untuk membeli helm, topeng pelindung dan perlengkapan lainnya untuk menghadapi polisi.

Demonstrasi Hong Kong telah memasuki bulan keempat, yang dipicu oleh RUU Ekstradisi pada Juni lalu yang sekarang sudah ditunda.

Namun penangkapan dan penutupan toko memancing reaksi dari masyarakat. Seorang bocah lelaki berusia 15 tahun, yang bernama Lau, pergi ke toko yang sudah ditutup bersama tiga teman sekolahnya pada Senin sore untuk mencari helm dan masker gas dengan harga murah.

“Keterlaluan bagi polisi untuk menangkap mereka,” katanya. “Mereka menyalahgunakan posisi dan kekuasaan mereka.”

Toko dibuka pertama kali pada 3 Agustus di Mong Kok, dan melihat peluang bisnis dalam menjual peralatan demonstrasi yang sedang dicari.

Toko lain seperti di Tai Po, Hung Hom, dan yang terbaru di Sai Ying Pun semuanya telah ditutup untuk menghindari polisi.

Seorang koki bernama Ben mengatakan, ia membeli masker gas dari toko dua minggu lalu seharga sekitar HK$ 200 atau Rp 362 ribu. Dia mengaku sekarang lebih sulit untuk membeli peralatan protes di Hong Kong.

Pria berusia 32 tahun itu mengatakan sebagian besar klien di toko itu tampaknya adalah pengunjuk rasa mahasiswa, yang harus menghabiskan setidaknya HK$ 500 (Rp 900 ribu) untuk membeli alat pelindung yang diperlukan untuk menghadapi polisi dalam demonstrasi yang meluas di Hong Kong.[]

Advertisement
Advertisement