Pemerintah Desa Harus Bisa Memperkuat Pendampingan Sosial Keluarga PMI
1 min read
JAKARTA – Pendampingan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya pelindungan Pekerja Migran Indonesia di tingkat desa. Perhatian diarahkan pada dampak sosial yang muncul akibat migrasi tenaga kerja ke luar negeri.
Anak-anak yang ditinggalkan orang tua bekerja sebagai pekerja migran berpotensi mengalami kurang pengawasan. Kondisi tersebut mendorong desa mengambil peran pendampingan sosial.
Sekretaris Desa Sumber Gede, Kabupaten Lampung Timur, Dian Septian Abadi, mengatakan pelindungan pekerja migran dilakukan sejak sebelum keberangkatan. Pendampingan keluarga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi sosial di desa.
“Kalau yang sudah berangkat, kami fokus ke keluarga yang ditinggalkan, terutama anak-anak usia sekolah. Pemerintah desa juga menyesuaikan pendampingan dengan kemampuan dan sumber daya yang ada,” kata Dian kepada RRI, Jumat, 23 Januari 2026.
Anak-anak keluarga pekerja migran mengikuti kegiatan belajar rutin di perpustakaan desa. Kegiatan tersebut dikelola pemuda dan karang taruna sebagai bentuk kepedulian sosial.
Selain pendampingan anak, desa menjaga komunikasi dengan keluarga pekerja migran. Langkah ini dilakukan untuk memantau kondisi warga yang bekerja di luar negeri.
Pendampingan keluarga dinilai membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peran desa. Dukungan pemerintah daerah hingga pusat diharapkan memperkuat keberlanjutan pelindungan PMI. []
