November 30, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Per 22 Juli, Tiga PRT Asing Menjadi Bagian dari Pertambahan Kasus Baru COVID-19 di Hong Kong

2 min read
Foto SCMP

Foto SCMP

HONG KONG – Pertambahan kasus baru positif COVID-19 di Hong Kong kembali berada di tiga digit setelah sempat turun ke dua digit. Per 22 Juli 2020, otoritas Hong Kong dalam siaran persnya melaporkan ada 113 kasus positif baru COVID-19.

113 kasus baru tersebut dirinci 8 berasal dari klaster penularan impor dan 105 lainnya berasal dari klaster penularan lokal.

Dr.Chuang Shuk-kwan dari Centre for Health Protection (CHP) menyebutkan, dari 8 kasus impor, 3 diantaranya merupakan PRT asing yang baru datang di Hong Kong kemarin (22/07/2020).

Disamping 3 orang PRT asing, seorang awak pesawat kargo dari India, dua orang warga yang baru kembali dari USA, seorang pelaut asal FIlipina serta seorang awak pesawat penumpang dari Kazakstan menjadi 5 orang lainnya yang dilaporkan positif COVID-19 dari jalur penularan impor.

Sedangkan untuk penularan lokal, Chuang menyebut ada 65 kasus baru yang tidak diketahui rantai penularannya, sedangkan yang 40 lainnya merupakan kasus baru yang telah diketahui sumber penularannya.

Pertambahan kasus baru sebanyak 113 tersebut membuat jumlah keseluruhan kasus positif COVID-19 di Hong kong menjadi 2.132 kasus.

Dalam pemberitaan kami sebelumnya, anggota dewan eksekutif dan dokter medis Lam Ching-choi menyampaikan kebijakan lockdown di Hong Kong diperlukan jika jumlah kasus baru harian rata-rata telah menyentuh angka ratusan.

Terkait dengan penerapan kebijakan lockdown, Ketua komite penasehat Asosiasi Medis untuk penyakit menular  Hong Kong, Dr. Leung Chi -chiu mengaku, kebijakan tersebut merupakan langkah ekstrem yang akan berdampak pada perekonomian dan tidak dengan serta merta akan memutus rantai penularan. Menurutnya, lebih baik berfokus pada upaya pengendalian.

Dengan pemberlakuan WFH pada ASN, menurut Leung sudah menjadi langkah besar memutus rantai penularan dan diharapkan akan diikuti oleh sektor-sektor swasta terhadap karyawan/pegawainya.

Namun demikian, Leung mengakui, akan sulit memutus rantai penularan jika warga masih banyak yang berlalu lalang keluar rumah beraktifitas diluaran. []

Advertisement
Advertisement