February 2, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pilih Berdagang di Rumah Daripada Kembali ke Negara Penempatan Menjadi PMI

2 min read

JAKARTA – Pengalaman yang dilalui setiap pekerja migran Indonesia tentu berbeda beda. Mulai dari pengalaman pahit, pengalaman menyenangkan, hingga yang lurus lurus saja. Pengalaman yang menginspirasi, pengalaman yang menimbulkan trauma maupun pengalaman yang tidak berdampak apa apa.

Adalah Tarisah (41) warga Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah ini salah satu mantan PMI yang tidak mau kembali ke negara penempatan karena nasehat majikan.

Selama bekerja di luar negeri selama 10 tahun lamanya, dua tahun terakhir di majikan kedua bagi Tarisah merupakan perubah hidupnya.

Bagaimana tidak, sebagai sesama muslim, Tarisah dinasehati majikannya untuk tetap di rumah saja, sebab dia perempuan yang di rumahnya meninggalkan anak dan suami.

Berbeda ceritanya jika yang merantau laki laki atau sang suami, bagi majikan Tarisah hal tersebut sebuah kodrat yang sewajarnya sesuai syari.

Dus, setelah pulang ke kampung halaman pada 2020, dimana keadaan global saat itu sedang dibawah tekanan pandemi covid, Tarisah mewujudkan niat untuk tidak kembali ke negara penempatan, ingin mandiri secara ekonomi di kampung halaman bersama suami dan anak-anaknya denfan membuka usaha warung kecil dengan aneka jajanan dan makanan.

Ia kini bisa meraup omzet sekitar Rp100 ribu per hari pada hari biasa, dan lebih dari Rp1 juta saat musim libur, sebab lokasi warungnya kebetulan merupakan akses jalan menuju sebuah tempat wisata.

“Lebih enak jualan di sini karena bisa atur waktunya sendiri. Pembayaran bisa tunai atau QRIS. Tapi persaingan juga makin ketat karena wisata di sekitar sini berkembang,” tutur Tarisah dinukil dari Tribun Jateng, Jumat (30/1/2026).

Cerita singkat Tarisah menjadi cermin dan contoh peran strategis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menggerakkan ekonomi daerah.

UMKM jadi Tulangpunggung Ekonomi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor UMKM masih menjadi tulang punggung kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Kepala Kantor OJK Purwokerto, Haramain Billady, mengatakan sektor jasa keuangan di wilayah tersebut secara umum tetap terjaga stabil dan bertumbuh meskipun perekonomian global diliputi ketidakpastian. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply