July 13, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

PMI Asal Cirebon yang Jatuh dari Lantai Empat Butuh Bantuan, Alami Cidera Tulang Parah

2 min read

HONG KONG – Beberapa hari yang lalu sempat viral di sosial media, insiden seorang pekerja migran Indonesia (PMI) jatuh dari lantai empat sebuah bangunan yang berada di kawasan Jalan Jalan Taiping, belakang Centre Point Klang, Selangor Malaysia pada Senin (21/09/2022) sekira pukul 01:00 dini hari, menyisakan berbagai pertanyaan.

Mulai dari penyebab, jati diri hingga penyebab peristiwa tersebut terjadi.

Kini, tabir misteri dari PMI tersebut telah terkuak.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Ilham, koresponden ApakabarOnline.com di Malaysia menyebutkan, PMI yang semula hanya diketahui bernama Linda tersebut memiliki nama lengkap sesuai dengan identitasnya yang berhasil ditemukan adalah Linda Dewi berusia 30 tahun.

Linda berasal dari RT 03 RW 01,  Desa Cempaka Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Saat ini, Linda mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Klang Tengku Ampuan Rahimah Selangor Malaysia.

Secara medis, Linda divonis mengalami patah tulang di beberapa titik pada kedua kaki dan lengan kanannya.

Hingga saat berita ini diturunkan, kondisi Linda masih lemah dan belum bisa diajak berkomunikasi secara verbal sehingga belum bisa digali informasi penyebab dirinya terjatuh dari lantai empat sebuah rumah sewa yang dia tempati.

Beberapa teman sesama PMI di Malaysia yang bisa merapat dan membantu menjaga Linda selama menjalani perawatan menyatakan, Linda sangat memerlukan bantuan dana untuk menjalani operasi tulang.

Hal tersebut dilakukan, lantaran Linda tidak memiliki asuransi yang menjamin kesehatan dan perawatannya. Pihak yang memperkerjakan Lindapun juga tidak pernah menampakan batang hidungnya sehingga tidak diketahui Linda bekerja pada siapa saat ini.

Sumber dari Rumah Sakit tempat Linda dirawat mengatakan, ada kemungkinan Linda mengalami somnabulisme atau sleepwalking, yakni salah satu kondisi gangguan tidur di mana seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur mengingat kejadiannya pada tengah malam.

“Kejadiannya pas waktu tidur, jadi besar kemungkinan, pasien mengalami somnabulisme atau sleepwalking” tutur sumber yang tidak bersedia diungkap jati dirinya. []

Advertisement
Advertisement