December 5, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

PMI Kritis di Queen Elizabeth Penderita Sepsis Asal Desa Jengglung Harjo

2 min read
-

HONG KONG – Yuli Ariani, pekerja migran Indonesia (PMI) yang kritis di rumah sakit Queen Elizabeth, Yau Ma Tei, diketahui berasal dari Desa Jengglung, Tulungagung, Jawa Timur. Ia bekerja di majikannya yang bertempat tinggal di daerah To Kwa Wan.

“Yuli pertama kali datang dan bekerja ke Hong Kong pada tahun 2011. Setelah finish 1 kontrak kerja selama 2 tahun, dia pulang kampung. Awal 2016, dia dikontak lagi oleh bekas majikannya dulu. Pada bulan Juni 2016, Yuli datang lagi ke Hong Kong, bekerja di majikan yang sama,” kata Konsul Tenaga Kerja Iroh Baroroh, menerangkan riwayat kerja Yuli di Hong Kong kepada Apakabar Plus, Kamis (1/12).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Apakabar Plus, perempuan kelahiran 4 April 1982 ini telah memiliki 2 anak. Sedangkan suaminya bekerja di Taiwan. Ia bekerja ke Hong Kong atas jasa agensi King’s One Employment dan PT Sodo Sakti Jaya.

Berdasarkan penelusuran informasi medis, Sepsis, penyakit yang diderita Yuli, merupakan penyakit berbahaya, mematikan, dan menular, disebarkan oleh virus. Mungkin karena itu dokter dan pihak rumah sakit sangat selektif menerima kunjungan untuk Yuli.

Padahal, gejala penyakit ini terasa sepele seperti sakit flu yang umum diderita banyak orang. Dalam kasus Yuli, pada tanggal 9 November dia diantar majikan ke rumah sakit. Saat itu keluhannya “tidak enak badan”, hanya terasa mual, pusing, dan sedikit demam.

“Sekitar 2 minggu kemudian, pada tanggal 24 November baru terdeteksi bahwa dia terinfeksi virus sepsis yang mematikan ini,” ujar Iroh.

Di rumah sakit Yuli dirawat di ruang gawat darurat (ICU) dan diisolasi sejak tanggal 24 November. Sampai sekarang, setelah 7 hari, dia belum juga sadarkan diri. “Dokter bilang, kondisinya ‘very critical’, sangat kritis,” ujarnya. [Razak]

Advertisement
Advertisement