September 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

PMI yang Meninggal Karena Positif Corona Jenazahnya Tidak Bisa Dipulangkan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Duka keluarga Masripah (36), pekerja migran Indonesia asal Blok Pilang Kidang, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat bertambah berat. Pasalnya, jenazah almarhumah yang dinyatakan meninggal dunia karena terinfeksi virus corona pada 12 Juli 2021 kemarin tidak dapat dipulangkan.

Setelah seminggu lebih tertahan di rumah sakit, akhirnya jenazah almarhumah Masripah dimakamkan di Istambul Turki pada Jumat (30/07/2021) kemarin.

Pihak keluarga hanya bisa menyaksikan proses pemakaman tersebut dari rumah melalui zoom meeting.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih menjelaskan, jenazah Masripah dimakamkan di Turki, lantaran dipastikan positif Covid-19. Sebab, tidak ada kargo yang mau membawa jenazah Covid-19 terbang ke tanah air. Sehingga, diputuskanlah jika jenazah dimakamkan di Turki.

“Proses pemakaman itu juga dilakukan secara protokol kesehatan, mengingat penyebab pasti meninggalnya Masripah dipastikan karena Covid-19,” jelasnya.

Selama proses pemakaman melalui zoom meeting, diakui Juwarih, pihak keluarga merasakan duka yang sangat mendalam. Selain tidak bisa menyaksikan secara langsung proses pemakaman Masripah, jenazahnya dimakamkan di luar negeri, sehingga pihak keluarga tak bisa menyambangi makamnya secara langsung.

Meskipun begitu, Juwarih mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara di Turki. Selain mendesak pihak agency untuk melunasi biaya rumah sakit, KBRI Ankara Turki juga memfasilitasi proses pemakaman secara live agar bisa disaksikan langsung oleh pihak keluarga.

Padahal, lanjutnya, jarak dari kota Ankara menuju Mersin, tempat pemakaman Masripah terhitung cukup jauh. Hanya saja, pihak KBRI tetap mengirimkan perwakilannya untuk datang secara langsung.

“Karena ini mungkin baru pertama kali ada kedutaan besar yang mau rela memfasilitasi proses pemakaman secara live melalui zoom, SBMI belum tahu ada KBRI lain yang melakukan hal seperti ini,” tuturnya.

Baru Sehari Bekerja di Rumah Majikan, PMI Asal Indramayu Meninggal Karena Positif Corona

Juwarih pun berharap, apa yang dilakukan KBRI Ankara Turki bisa pula dicontoh oleh kedutaan besar di negara lainnya.

“Harapan SBMI juga hal ini bisa menjadi contoh bagi KBRI lain, karena KBRI itu perwakilan Indonesia di luar negeri dan ini yang seharusnya dilakukan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Masripah yang merupakan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, diduga diberangkatkan secara ilegal ke Turki pada 10 Juli 2021 lalu. Baru sehari bekerja, kondisi kesehatan Masripah langsung menurun.

Masripah pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, walau sudah mendapat perawatan, nyawa Masripah tetap tidak tertolong.

Pihak keluarga Masripah melapor kabar duka tersebut ke SBMI, lantaran Masripah diduga terkena santet. Dugaan tersebut disampaikan oleh sponsor Masripah saat menyampaikan kabar duka kepada keluarga, dan penyebab meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Juwarih tidak langsung mempercayainya. Dia menganggap jika santet atau guna-guna tersebut hanyalah alasan yang dibuat-buat oleh pihak sponsor atau perekrut saja, demi menutupi penyebab meninggal dunia PMI asal Indramayu  yang sebenarnya.

“Tidak, santet itu cuma alasan dari sponsor saja, penyebab pastinya karena Covid-19,” jelasnya. []

Advertisement
Advertisement