August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Porang, Antarkan Madiun Entaskan Kemiskinan dengan Progres Signifikan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

MADIUN – Porang menjadi salah satu komoditas paling populer di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir. Madiun menjadi salah satu daerah yang gencar membudidaya porang.  Begitu banyaknya masyarakat yang menanam porang di Madiun, sampai-sampai diklaim signifikan menekan angka kemiskinan.

“Saya mulai bekerja tahun 2018 semua pakai angka. Dari angka itu muncul permasalahan yang harus saya selesaikan, seperti kemiskinan,” ujar Bupati Madiun Ahmad Dawami, Selasa (15/06/2021).

Data Pemkab Madiun, persentase kemiskinan di Madiun memang menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun 2018 angka kemiskinan Kabupaten Madiun mencapai 12,56 persen. Turun setahun berselang menjadi hanya 10,34 persen.

“Kita maksimalkan pemberdayaan dan akhirnya pemberdayaan masyarakat ini menjadi domainnya di tingkat kabupaten sampai desa, di antaranya pemberdayaan masyarakat tentang budi daya porang,” lanjutnya.

Madiun memang disebut sukses. Bahkan kabupaten tersebut berhasil mengembangkan varietas baru yang dinamakan Porang Madiun 1.

Ahmad Damawi menekankan penting untuk porang ditanam oleh petani.

“Kalau ada investor yang masuk, harus berinvestasi untuk pascapanen,” kata dia.

Ia minta legalitas dari LIPI mengenai olahan yang benar untuk mendorong nilai ekonomi.  Saat ini, kata dia, Pemkab tengah berupaya agar petani mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain mencari perusahaan yang mau mengolah pascapanen.  Ia menyebut, sudah ada perusahaan yang menerima hasil panen porang dari petani setempat.

“Saya tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton. Dan saat ini saya sedang mencari formulasi agar tidak ada monopoli,” katanya.

Data Dinas Pertanian setempat, pada 2016 di Kabupaten Madiun hanya terdapat 1.484 hektare lahan porang.

Setahun kemudian bertambah menjadi 1.536 hektare dan pada 2018 mencapai 1.568 hektare.

Pada 2019 luas lahan porang mengalami lonjakan drastis menjadi 3.465 hektare. Kemudian, tahun 2020 bertambah menjadi seluas 5.263 hektare.[]

Sumber Antara

Advertisement
Advertisement