October 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Potensial Terjadi Migrasi Besar-Besaran, Itung Itungan Jakarta Bakal Tenggelam Kian Tampak Dihadapan

2 min read

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden beberapa waktu lalu menyebut Jakarta, ibu kota Indonesia terancam tenggelam. Hal ini tak lepas dari ancaman perubahan iklim yang makin mengkhawatirkan.

“Jika, pada kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi, Anda akan memiliki jutaan orang yang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur…,” ujarnya dalam sebuah pidato beberapa waktu lalu.

“…Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?”

PAM Jaya, perusahaan yang memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat di DKI Jakarta juga memperkirakan 90% wilayah Ibu Kota akan tenggelam pada 2050 mendatang, khususnya di bagian Utara.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, penggunaan air tanah yang tidak terselesaikan menjadi biang keladi kawasan Ibu Kota terancam tenggelam pada beberapa tahun mendatang.

“Ada beberapa isu yang juga menjadi salah satu juga menjadi bagian dari tantangan PAM Jaya,” jelas Arief, seperti dikutip Rabu (21/09/2022).

“Di mana penurunan atas muka dari tanah itu sendiri dilansir oleh BBC di mana Jakarta yang kemudian saat ini akan bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi ketika memang ini terus berlangsung.”

“Dan prediksinya di tahun 2050 diprediksikan 90% dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air yang kemudian tidak segera diselesaikan dan terus mengambil air dari tanah yang memang semakin seeking pastinya,” tambahnya.

Ramalan ini pun akhirnya mendapatkan respon dari sejumlah pihak, tak terkecuali Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Menurutnya, Pemprov DKI sudah melakukan sejumlah hal seperti mencegah terjadinya eksploitasi air tanah di berbagai sektor.

“Supaya tidak ada lagi apa namanya penyedotan air tanah melalui pompa-pompa di rumah-rumah, kita upayakan air bersih itu didapatkan melalui PAM Jaya, dan beberapa upaya lainnya,” ujarnya.

“Bagi seluruh warga, khususnya di masyarakat kita, agar juga tidak menggunakan air secara berlebihan dan juga di antaranya bagi industri, perkantoran, hotel, apartemen juga kita minta juga tidak menggunakan pompa untuk mendapatkan air bersih tapi melalui saluran PAM yang ada.”

Ia menyebut pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur sebagai salah satu upaya mengurangi beban turunnya permukaan tanah. Menurutnya pemindahan ibu kota akan mengurangi jumlah masyarakat yang bermukim di Jakarta.

Apalagi, mayoritas pegawai pemerintahan bakal bermigrasi ke IKN. Hal itu tentu berdampak pada penggunaan air tanah yang selama ini menjadi faktor penurunan muka tanah di Jakarta.

“Tentu cukup banyak karena kan terjadi pergeseran jumlah warga yang ada di Jakarta ke IKN itu terjadi pengurangan. Perkantoran pusat kan berpindah, Perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini,” jelasnya. []

Sumber CNBC

Advertisement
Advertisement