December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pujiastuti, Pulang Ke Tegal Ditolak Keluarga, Di Tulungagung Ditolak Ambil Anaknya

2 min read
-

TULUNGAGUNG – Memilukan sekali nasib Pujiastuti (38), BMI asal Desa Prupuk, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini selama beberapa hari lamanya berada di Tulungagung untuk mencari anaknya yang masih bayi. Ditemani dengan seorang anak perempuan yang diketahui bernama Natasya (10), perempuan yang saat ini tengah hamil 3 bulan ini seakan tiada kenal lelah berjuang untuk mendapatkan kembali anaknya yang beberapa bulan yang lalu dia titipkan pada seorang warga Kalidawir Tulungagung.

Usut punya usut, di petugas kepolisian Polsek Kalidawir, Puji mengaku menitipkan anaknya pada teman sesama BMI yang dia ketahui bernama Hariyani asal Blitar, dan Muklis asal Kalidawir, Tulungagung. Mereka adalah pasangan suami istri. Puji menitipkan anaknya supaya anaknya yang waktu itu masih berusia 4 bulan bisa selamat sampai ke Indonesia.

Berangkat Ke Luar Negeri Seorang Diri, Saat Pulang Bawa Anak Dalam Kandungan

Setelah anaknya dititipkan pada pasangan tersebut, Puji menyerahkan diri ke imigrasi Malaysia, lantaran selama 11 tahun bekerja di Malaysia, statusnya ilegal. Puji menjalani pidana kurungan selama beberapa bulan.

“Namanya Putri Aliyana. Tanggal 4 Agustus (2017) kemarin dia sudah berusia satu tahun,” ungkap Puji, kepada TulungagungTimes.com Jumat (29/9/2017).

Selama di negeri jiran tersebut, Puji menikah siri dengan warga setempat bernama Muhammad Zulkifli Ricard (35), alias Ricardzul asal Sabah dan tinggal di Malaka. Hasil pernikahannya dengan Ricardzul, puji dikaruniai 2 orang anak yaitu Natasya dan Putri Aliyana yang saat ini sedang dicarinya. Selain kedua anak tersebut, Puji saat ini juga tengah hamil 3 bulan dari hasil hubungannya dengan suami Malaysianya.

“Saya hanya ingin memastikan anak saya selamat, jangan sampai masuk penjara bersama saya,” ucap Puji sambil menangis.

Tanggal 18 Juli Puji dideportasi lewat Tanjing Pinang, dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 28 Juli.

“Selama saya di penjara, semua kontak hilang termasuk kontaknya Hariyani. Saya langsung datang ke Kalidawir untuk mencari anak saya,” tuturnya.

Puji berangkat dari Tegal pada hari Rabu (27/9/2017). Puji tiba pada Kamis (28/9/2017), dan diantarkan oleh polisi dari Polsek Sumbergempol ke Mapolsek Kalidawir.

Natasya selalu menangis karena ingin bertemu dengan adiknya sementara Puji kini masih dalam kondisi hamil anak ketiga dari Ricardzul. Lebih jauh, Puji mengakui sebenarnya masih punya suami sah di Tegal dan mempunyai dua orang anak berusia remaja. Namun karena pernikahannya dengan Ricardzul, Puji ditolak keluarganya. [Asa/Anang]

Advertisement
Advertisement