February 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pulang Dari Taiwan, Mariam Hanya Bisa Mengerang Kesakitan

2 min read

LAMPUNG TIMUR – Harapannya memperbaiki perekonomian keluarga kini sirna, setelah penyakit yang membuat tubuhnya mengalami kelumpuhan total mendatangi Mariam (32) sejak sua bulan silam. Mariam, warga Desa Bandaragung Kecamatan Bandarsribhawono Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung oleh dokter yang merawatnya di Taiwan divonis mengalami gangguan syaraf akibat serangan stroke.

Seperti yang diberitakan oleh saibumi.com, Mariam dini hari ini sekira jam 02:30, baru saja tiba di rumah kontrakannya setelah didampingi suaminya selama sebulan lamanya di Taiwan. Kabar tentang sakit yang diderita Mariam, ssebulan yang lalu diterima oleh Zainal Arifin (35), suaminya melalui agen yang menyalurkan Mariam bekerja di Taiwan.

Zainal menuturkan, agency yang menghubunginya meminta dia untuk membuat paspor 30 halaman, selanjutnya dengan paspor tersebut, tanggal 30 Agustus 2017, Zainal diterbangkan ke Taiwan atas biaya agen untuk mendampingi Mariam di Rumah Sakit.

“Isteriku pertama dirawat di RS Taiwan cuma seminggu lalu koma. Kemudian dilarikan ke RS yang lebih besar, RS Linkau daerah Taipe.” ungkapnya.

Selama di RS, Mariam dibantu biaya pengobatan oleh majikan temannya dan sumbangan rekannya di sana. Memang kata Zainal Afirin ada perwakilan dari KDEI yang datang ke RS, tetapi cuma mantau kesehatan isterinya.

“Perwakilan Dubes (KDEI, red) itu ngomong mau dicarikan solusi terbaik,” ungkapnya.

Selama ini, pihak majikan tidak pernah membantu, bahkan gaji istri saya yang 2 bulan dan uang santunan yang katanya mau diberikan, sampai sekarang bellum diberikan” imbuh Zainal.

Sepengetahuan kerabat dan lingkungan di tempat tinggal Zainal dan Mariam, hingga saat berita ini diturunkan, tidak ada sama sekali perhatian dari pemerintah setempat. Baik dinas tenaga kerja kabupaten Lampung Timur, maupun instansi lainnya. Padahal, menurut Zainal, status Mariam adalah BMI Legal.

“Mariam ini resmi kok pak, kok tidak ada perhatian dari pemerintah. Selama ini yang membanttu dan yang ngurusin malah teman-teman sesama TKW di Taiwan sana. Lha kalau begini, apa doong tugas pemerintah itu ? Sebagai TKW, kan menghasilkan pemasukan untuk negara, pas kena musibah begini kok dibiarkan” sesalnya.

Selama sebulan Zainal Arifin menemani isterinya di RS terbentur jangka waktu visa 30 hari. Karena simalakama, akhirnya Zainal Arifin membawa pulang isterinya ke kampung halaman.

Setibadi Bandara Soekarno Hatta, BP3TKI Serang Help Desk BNP2TKI setempat mengeluarkan surat pernyataan TKI tidak bersedia dirawat inap di RS Polri Kramatjati Jakarta Timur. Karena itu, akhirnya korban dibawa pulang ke kontrakannya. Itupun dibantu penterjemah agensinya, untuk pemberangkatan dan pemulangan isterinya.

“Isteriku ada asuransi kesehatan tapi tidak terpakai. Maunya saya ya kalau memang benar gaji dua bulan bisa dicairkan, serta pihak agensi dan majikan turut membantu memberikan santunan,” harapnya.

Kini, Mariam hanya bisa tergolek lemah di kamarnya. Untuk berbicara pun sulit. Bahkan kedua tangannya sulit digerakkan lantaran dampak terkena penyakit stroke. Untuk makan, minum dan buang air kecil terpaksa menggunakan selang.

Mariam memulai hari di kampung halaman, diatas ranjang, ditemani Zainal sang suami dan Fitri pputri semata wayangnya. Mariam Hanya bisa mengerang kesakitan. Malangnya pahlawan devisa negara ini.

Mariam berangkat ke Taiwan dua tahun silam melalui PPTKIS PT PT Nusa Sinar Perkasa. Terkait peristiwa ini, Apakabaronline.com berusaha mengbubungi PT Nusa Sinar Perkasa untuk meminta klarifikasi, namun belum berhasil. [Asa/Nurman]

Advertisement
Advertisement