September 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Puluhan PMI Nikmati Nasi Katok Brunei di Wan Chai

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Sekitar 50 orang, sebagian besar anggota Halaqoh Jumat Masjid Ammar Wan Chai, berkesempatan menikmati lezatnya Nasi Katok khas negara Brunei Darussalam, saat megikuti acara pengenalan ziarah islami ke Brunei, di lantai 6 Masjid Wan Chai, Jumat (9/9) lalu. Acara tersebut dhadiri Haji Abdul Hamid Haji Abdul Rahim, pemilik Manggo Tree Travel & Tours, penyelenggara program Nasi Katok Stopover. Juga, dihadiri Vianna dari Royal Brunei Airlines dan Ustadz Udin Kamiluddin.

Pada kesempatan itu Hamid mengenalkan Nasi Katok dan program transit sambil berziarah di Brunei kepada PMI Hong Kong. “Nasi Katok yang Anda pegang itu, setiap orang, mau Bule atau China, pasti akan mencarinya setiba di Brunei,” kata Hamid.

14433047_1482918111724663_6919654302659811966_n

Ia mengatakan, Manggo Tree bekerja sama dengan Royal Brunei sengaja mengadakan program spesial Nasi Katok Stopover untuk PMI Hong Kong yang ingin pulang ke Tanah Air. Terbang menuju Surabaya, Jakarta, atau Denpasar, PMI diajak untuk singgah berziarah di Brunei.

“Dengan begitu bisa berziarah ke masjid-masjid megah dan indah di Brunei, mengunjungi Balai Pameran Islam, dan tempat-tempat menarik lainnya,” kata Hamid.

Apakabar Plus yang pernah merasakan sensasi program Nasi Katok Stopover ke Brunei juga diberi kesempatan berbagi pengalaman berziarah islami di negara tersebut. Setiba di Bandar Udara Internasional Brunei, peserta akan dijemput pemandu dari Manggo Tree. Mereka mengantar peserta proram untuk mendatangi berbagai objek wisata di negara dengan nuansa islami yang kental itu.

Diantaranya, Masjid Jame’ ‘Asr Hassanal Bolkiah yang berjarak sekitar 1 kilometer dan dapat ditempuh perjalanan 10 menit bermobil dari bandara. Peserta juga akan diajak berkeliling ibukota Bandar Seri Begawan, mengujungi Masjid omar Ali Saifuddin, ikon negara Brunei, yang lokasinya berdekatan dengan Kampong Ayer (Kampung Air), kampung terapung terbesar di dunia.

Di Brunei, peserta program Nasi Katok Stopover juga berkesempatan mengunjungi Balai Pameran Islam. Di gedung tersebut terdapat Al-Quran kuno dengan berbagai ukuran. Mulai dari ukuran sangat besar hingga ukuran kecil yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar. Di Balai Pameran Islam juga terdapat 2 kiswah penutup Ka’bah asli. Juga, terdapat beduk besar dari Sumatera Barat berusia 130 tahun.

Tidak lupa, peserta juga akan diajak berburu Nasi Katok, makanan khas rakyat Brunei.

Haji Abdul Hamid Haji Abdul Rahim mengajak PMI Hong Kong untuk transit ke Brunei, menikmati program Nasi Katok Stopover. Hanya dengan menambah biaya HK$800, kita sudah bisa menikmati paket wisata islami di Brunei. Sebagai perbandingan, dengan fasilitas yang sama, jika sengaja tur ke Brunei, peserta harus merogoh kocek 3 kali lipat.

Selama di Brunei, peserta program bisa tetap online. Terutama, karena hotel tempat menginap, Le Gallery Suites Hotel, menyediakan fasilitas WiFi gratis dengan jaringan yang lancar jaya.

“Dengan pertemuan ini insyaallah kita bisa tahu Brunei dan nanti bisa mampir saat pulang ke Tanah Air,” kata Rizkianti, Ketua Halaqoh Jumat. [razak]

Advertisement
Advertisement