February 13, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Puluhan Ribu Warga Indramayu Berangkat ke Luar Negeri Menjadi PMI dalam Setahun

2 min read
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan (Foto Istimewa)

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan (Foto Istimewa)

JAKARTA – Jumlah warga Kabupaten Indramayu yang memilih bekerja di luar negeri kembali menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu mencatat sebanyak 21.182 orang telah berangkat untuk mencari penghidupan di berbagai negara tujuan.

Angka tersebut dihimpun dari berbagai skema penempatan resmi, termasuk melalui perusahaan penempatan pekerja migran (P3MI), jalur mandiri, serta perpanjangan kontrak. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, menjelaskan bahwa data ini merupakan catatan administratif. Menurut Asep, jumlah riil di lapangan berpotensi lebih besar karena belum mencakup keberangkatan melalui skema pemagangan atau jalur mandiri ke negara-negara tertentu, seperti Jepang.

“Itu yang terdata di P3MI dengan penempatan perorangan, mandiri ya. Terus juga perpanjangan kontrak di luar negeri,” ujar Asep saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (12/2/2026), sebagaimana dihimpun Mureks. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa tren keberangkatan pekerja migran dari Indramayu hampir kembali ke tingkat sebelum pandemi COVID-19, yang rata-rata mencapai 22 ribu hingga 23 ribu orang setiap tahun.

“Jumlah tahun 2025 hampir sama kayak sebelum COVID-19. Kalau pas COVID-19 kan sempat turun drastis dan tahun ini kembali naik drastis,” tambahnya.

Faktor Ekonomi Pendorong Utama Migrasi

Taiwan masih menjadi negara tujuan utama bagi warga Indramayu. Selain Taiwan, Hong Kong dan Singapura juga menjadi pilihan populer, didasari pertimbangan besaran upah serta peluang kerja yang lebih terbuka. Sementara itu, Jepang menunjukkan peningkatan sebagai negara tujuan melalui jalur mandiri atau pemagangan.

Asep Kurniawan mengungkapkan bahwa persoalan ekonomi menjadi alasan dominan di balik tingginya minat ini. Perbedaan pendapatan yang signifikan antara bekerja di luar negeri dan di dalam negeri menjadi pendorong utama. Selain itu, terbatasnya lapangan pekerjaan di dalam negeri turut mendorong warga Indramayu untuk merantau.

[insert 1]

Pentingnya Prosedur dan Perlindungan Pekerja Migran

Meskipun demikian, Asep mengingatkan pentingnya keberangkatan secara prosedural. Masih ditemukan kasus pekerja migran yang sakit atau meninggal dunia di luar negeri, terutama bagi mereka yang berangkat secara ilegal. “Hal ini yang harus kita berantas, jumlahnya kita juga tidak tahu karena tidak tercatat di pemerintah,” tegasnya.

Untuk meningkatkan perlindungan, setiap desa di Indramayu kini telah memiliki Peraturan Desa tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Calon pekerja diwajibkan melapor dan mengantongi izin dari pemerintah desa sebelum berangkat. “Calon PMI harus dapat izin dahulu dari pemerintah desa, mereka juga mesti mendapat izin dari keluarganya,” jelas Asep.

Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitasi Kementerian P2MI, Ramadhan, menyebut Indramayu sebagai daerah dengan jumlah penempatan pekerja migran tertinggi secara nasional. Ia menekankan pentingnya migrasi yang aman. “Aman dalam arti kata dia berangkatnya dengan status yang jelas, bekerja di sana jelas, sehingga bisa memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Ramadhan saat dihubungi pada Kamis (12/2/2026).

Di tengah berbagai risiko dan tantangan, ribuan warga Indramayu terus memandang luar negeri sebagai harapan baru untuk memperbaiki taraf hidup keluarga mereka. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply