January 21, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pusat Karantina Asrama Haji Sukolilo akan Mulai Melayani PMI yang Pulang Lewat Juanda Mulai Awal Januari

2 min read

SURABAYA – Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) bakal kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Juanda pada awal Januari 2022 mendatang.

Asrama Haji Sukolilo kembali menjadi tempat karantina PMI selama 10 hari sebelum mereka kembali ke tempat asalnya. Rencananya, karantina dibuka mulai 2 Januari 2022.

Selain di Asrama Haji Sukolilo, pemerintah juga membuka lokasi karantina di Balai Diklat Kemenag, LPMP dan hotel. Sementara untuk tempat karantina cadangan berlokasi di Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Bangkalan.

Bagi PMI yang positif Covid-19 akan dirujuk dan menjalani isolasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Gubernur Khofifah juga mengatakan kesiapan tiga rumah sakit lapangan untuk menampung kedatangan PMI kendati belum ada keputusan lebih lanjut hingga saat ini.

“Seperti rilis bu gubernur beberapa waktu tentang tiga rumah sakit lapangan yang akan dipersiapkan, termasuk Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), masih belum diputuskan. Hingga saat ini masih menunggu apakah jadi diperpanjang oleh gubernur atau tidak, karena sesuai SK Gubernur akan berakhir 31 Desember 2021,” terang Ketua Pelaksana PPKPC RSLI, Radian Jadid, Senin (27/12/2021).

Jadid menambahkan, RSLI telah siap menghadapi varian baru Omicron. Seluruh personil RSLI baik nakes maupun relawan pendamping PPKPC RSLI tetap siap siaga.

Sejauh ini RSLI telah teruji dengan berbagai varian yang muncul mulai Delta, UK, hingga Afsel.

“Sementara menghadapi dampak Nataru maupun varian baru Omicron,  tidak ada persiapan khusus, namun nantinya kalau ditugaskan menangani pasien Covid-19 terutama dari luar negeri (PMI) tentunya pengetatan penggunaan APD dan pelaksanaan protokol kesehatan tetap menjadi perhatian utama,” imbuhnya.

RSLI juga telah mempersiapkan peralatan dan ketersediaan APD. Walaupun beberapa disimpan di gudang untuk keamanan dan menghindari kerusakan. Kondisi peralatan disebut Jadid masih aman.

“Informasi dari bagian apoteker, ketersediaannya hingga 3 bulan kedepan masih aman. Barusan juga berkoordinasi dengan dr Erwin, Kadinkes Jatim. Semuanya bergerak dinamis. Beberapa kebijakan menunggu arahan dari gubernur maupun pemangku kepentingan dari pusat, karena terkait koordinasi lintas kementerian,” kata Jadid terkait kesiapan Rumah Sakit Lapangan Indrapura menampung karantina bagi PMI. []

Advertisement
Advertisement