November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Rahasia Membangun Rumah Ala BMI

3 min read
-

Rumah, bagi manusia merupakan satu dari tiga kebutuhan primer setelah pangan dan sandang. Dalam kehidupan manusia, rumah menjadi bagian penting sepanjang hayatnya. Secara fisik, rumah memiliki fungsi sebagai tempat tinggal, tempat beristitahat, tempat berlindung dari cuaca dan bahaya dan lain sebagainya. Secara psikologis, rumah memiliki peran sebagai pemberi ketentraman, tempat merajut kebahagiaan, berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya dan lain sebagainya.

Dalam kacamataa agama, rumah juga memiliki arti hyang cukup religius. Rumahku, surgaku, sebuah ungkapan sederhana namun jika ditelah memiliki arti yang luar biasa. Pertama kali mengenal etika dan spiritualitas beragama, idealnya dari rumah, pertama kali diajarkan akhlaqul karimah, kali pertama juga dari rumah.

Paparan tersebut, setidaknya akan meluruskan pandangan seseorang yang sedang berencana membangun rumah. Perencanaaan pembangunan sebuah rumah yang ideal dari berbagai sudut paandang, tentu akan mengacu pada fungsi dan kebutuhan. Jika tidak jelas fungsi dan kebutuhannya, seringkali pada prosesnya, pembangunan fisik rumah akan mengalami berbagai masalah.

Bagi BMI, rumah, merupakan salah satu bagian yang masuk dalam catataan penting daftar pencapaian dari target selama bekerja di luar negeri. Namun, tak jarang, akibat “membangun rumah” BMI sering pontang panting secara finansial, padahal, selama bekerja di luar negeri mereka relatif aman memiliki penghasilan. Apa sebabnya ?

Ada 60 BMI Hong Kong yang memberikan pengalaman kreatif mereka dalam membangun rumah. Aada yang mulus sesuai rencana, ada yang tertunda-tunda sekian tahun lamanya, dan ada pula yang masih hanya bisa berangan – angan saja.

Dari ungkapan proses kreatif 60 BMI tersebut, penulis dari Apakabaronline.com yang berdialog dengan mereka mendapatkan beberapa kesimpulan penting yang layak untuk direnungi. Kesimpulan tersebut terkait dengan rahasia mereka yang sukses dan gagal mewujudkan impian membangun rumah.

Dari pengalaman-pengalaman 60 BMI tersebut, bisa disimpulkan, jika ingin membangun rumah, ikuti 4 tips berikut ini :

 

  1. Perencanaan

Dalam membangun rumah, hendaknya benar-benar direncanakan dengan teliti hal-hal yang terkait dengan fungsi rumah nantinya untuk apa saja. Biasanya, bagi kebanyakan orang, rumah cenderung bukan sekedar menjadi tempat tinggal saja. Banyak orang yang menjadikan rumahnya sekaligus sebagai tempat berusaha. Dalam hal ini, andai seseorang berniat membangun ebuah rumah yang nantinya juga terintegrasi dengan toko kecil-kecilan misalnya, perencanaan di awal penting sekali untuk dirumuskan.

Disamping fungsi, kebutuhan dan kemampuan anggaran juga tidak kalah pentingnya. Rumah yang akan dibangun, setelah selesai dibutuhkan oleh berapa orang penghuninya, untuk apa saja, dan berapa kemampuan keuangan yang sanggup disediakan oleh pemiliknya.

  1. Tabungan berkala

Dalam membangun rumah, untuk menyiasati naiknya harga meterial yang seringkali tidak terduga, sangat tepat sekali jika pemilik rumah berusaha menyyisihkan anggarannya untuk menyicil berbelanja material bangunan, seperti batu bata, besi cor, keramik, kayu dan lain-lain yang bisa disimpan dalam jangka waktu panjang.

  1. Konsisten dengan rencana awal

Jika pada rencana awal, pemilik rumah telah membuat master plan dengan spesifikasi tertentu, lantas ditengah perjalanan, saat melihat rumah milik orang lain yang spesifikasinya relatif diatas spesifikasi yang dia rencanakan, hal ini bisa berakibat fatal pada sisi pendanaan dan ketepatan waktu penyelesaian.

Kontrol diri sangat diperlukan, sebab jika lepas kontrol, “kalap” melihat bangunan rumah milik orang lain, perencanaan awal yang telah disusun matang, akan sia-sia.

  1. Berdoa sambil berusaha

Mengingat rumah memiliki arti dan fungsi yang sangat penting bagi penghuninya, jangan lupa selalu mengawali dan menjalankan proses tersebut dengan berdoa untuk mengimbangi usaha keras yang dilakukan.

 

Dengan demikian, sebisa mungkin sebelum memulai sebuah pekerjaan dipersiapkan segala sesuatu. Dana cadangan sebaiknya juga dipersiapkan sebagai antisipasi bila terjadi pembengkakan anggaran. Kalau sampai dana habis tapi pekerjaan belum selesai, tentu saja akan terjadi kendala, bisa-bisa pekerjaan tidak selesai karena tidak ada biaya lagi. Rencanakan sebaik mungkin, jangan asal membangun, anggaran biaya perlu dipikirkan baik-baik. Jangan sampai pekerjaan belum selesai tapi uangnya sudah habis. [Asa]

Advertisement
Advertisement