August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Rasulullah : Jangan Mencintai Berlebihan, Nanti Kalau Sakit Setengah Mati

1 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

ApakabarOnline.com – Mencintai dan dicintai adalah hukum alamiah yang akan dirasakan oleh setiap manusia, apalagi bagi mereka yang sudah dewasa. Namun demikian di dalam mencintai kita diminta nabi agar tidak berlebihan.

Rasulullah bersabda:

“Ahbib habiibaka haunammaa, asa’an yakuuna baghidhaka yaumammaa wa abghidh baghidhaka haunammaa, asa’an yakuuna habiibaka yaumamma”

Artinya: “Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu.” (HR. Imam Turmudzi).

Tentang larangan mencintai (dan membenci) secara berlebihan karena kita tidak tau kepastian di masa depan, juga dikuatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 216, Allah berfirman:

وَعَسٰۤى اَنۡ تَكۡرَهُوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ خَيۡرٌ لَّـکُمۡ‌ۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تُحِبُّوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمۡؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “…..tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Maka, cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya saja. Sebab kita tak tahu apakah kelak orang itu justru akan menjadi musuh kita, atau bukan. Pun kita diminta untuk membenci sesuatu tidak berlebihan, sebab bisa jadi apa yang kita benci justru akan menjadi objek yang kita cintai.[]

Advertisement
Advertisement