October 25, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ratusan Calon PMI Hong Kong Asal Blitar Terlantar

2 min read
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Haris Susianto (Foto Istimewa)

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Haris Susianto (Foto Istimewa)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

BLITAR – Meskipun pandemi corona mendunia, namun kebijakan setiap negara berkaitan dengan pembatasa akses transportasi maupun penutupan pintu masuk dari negara-negara tertentu berbeda beda.

Sebagai kawasan yang terdampak, Hong Kong sejak 25 Juni 2021 menyatakan menutup pintu masuk bagi pelaku perjalanan asal Indonesia sampai waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut berimbas pada banyak hal. Salah satunya pada penempatan calon pekerja migran Indonesia, mengingat Hong Kong selama ini menjadi destinasi favorit ratusan ribu warga negara Indonesia untuk bekerja.

Di Kabupaten Blitar, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Haris Susianto mengaku sangat terkena dampaknya. Sebagai salah satu kantong pekerja migran di Jawa Timur, Hari mengaku selama pandemi terjadi penurunan drastis angka keberangkatan PMI ke Hong Kong.

“Jelas berdampak langsung dan cukup besar karena Hong Kong adalah negara yang paling banyak dituju oleh pekerja asal Kabupaten Blitar,” ujar Haris dikutip dari Kompas.com, Rabu (30/06/2021).

Haris mengatakan, meskipun jumlah pekerja migran asal Kabupaten Blitar menurun drastis sejak pandemi, Hong Kong tetap menduduki posisi pertama negara paling dituju oleh pekerja migran asal Blitar yang mayoritas adalah perempuan.

Berdasarkan catatan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, lanjut dia, hingga Mei 2021 telah terdaftar 693 buruh migran asal Blitar yang siap berangkat bekerja di Hong Kong.

Dari jumlah tersebut, kata dia, sejak awal tahun hingga keluarnya keputusan penutupan penerbangan dari Indonesia ke Hong Kong, tercatat 341 pekerja migran telah diberangkatkan ke Hong Kong.

“Jadi masih ada separuhnya yang belum berangkat. Tapi, jumlah pendaftar kan masih akan terus bertambah meskipun kami tidak tahu penutupan ini akan sampai kapan,” ujarnya.

Haris memperkirakan, hingga akhir tahun 2021, kemungkinan jumlah calon buruh migran asal Kabupaten Blitar untuk tujuan Hong Kong bisa mencapai angka di atas 1.000 orang.

Di awal pandemi sepanjang 2020, lanjut dia, angka pemberangkatan buruh migran dari Kabupaten Blitar, termasuk tujuan Hong Kong, turun drastis hingga tersisa sekitar 20 persen dari angka sebelum pandemi.

Memasuki tahun 2021, kecenderungan jumlah permintaan tenaga kerja buruh migran mulai naik hingga adanya keputusan penutupan dari pihak Pemerintah Hong Kong.

Haris mengatakan, akibat ditutupnya pintu masuk dari Indonesia ke Hong Kong, hingga saat ini belum ada perselisihan yang terjadi antara calon pekerja migran dan perusahaan pemberangkatan pekerja migran untuk tujuan Hong Kong.

“Mungkin karena keputusan baru diambil sepekan lalu. Semoga pihak perusahaan punya solusi terbaik untuk calon pekerja migran yang batal atau tertunda keberangkatan mereka ke Hong Kong,” lanjutnya.

Kabupaten Blitar adalah penyumbang buruh migran terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan data yang ada, sebelum pandemi sepanjang 2019, tercatat sebanyak 4.375 warga Blitar yang sudah atau akan diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri.

Dari jumlah itu, 81,3 persen bekerja di sektor informal, seperti pekerjaan pekerja rumah tangga. Negara yang paling banyak dituju pekerja migran asal Kabupaten Blitar adalah Hong Kong dengan 2.070 orang (47,3 persen).

Selebihnya, secara berurutan berdasarkan jumlah adalah Taiwan, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Kuwait.

Namun, jumlah pekerja migran asal Blitar turun drastis sepanjang 2020 akibat pandemi Covid-19, yaitu tinggal 1.104 orang. []

Advertisement
Advertisement