February 24, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ribuan Warga Lampung Timur Berangkat Menjadi PMI, Berikut Negara Favorit Tujuan Mereka

2 min read

JAKARTA – Sebagai salah satu kantong pekerja migran Indonesia di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Timur memiliki banyak sekali warga yang kini tengah berada di luar negeri menjadi PMI maupun warga yang diki telah kembali ke kampung halaman sebagai purna migran.

Berangkat ke 11 negara tujuan, berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Kabupaten Lampung Timur, sebanyak 7.335 orang berangkat menjadi PMI sepanjang 2022.

Taiwan menjadi negara tujuan tertinggi dengan jumlah PMI sebanyak 5.672. Urutan selanjutnya Hongkong 753 orang, Malaysia 446 orang, Singapura 348 orang, United Kingdom 63 orang, Jepang dan Saudi Arabia masing-masing 7 orang.

Lalu Romania sebanyak 3 orang, Slovakia sebanyak 2 orang, dan New Zealand sebanyak satu orang.

Sementara pada tahun 2021, PMI asal Lampung Timur yang berangkat ke negara luar sebanyak 1.139 orang.

Adapun rincian tujuan yakni negara Hongkong 560 orang, Taiwan 278 orang, Singapura 233 orang, Polandia 65 orang, serta Jepang, Malaysia, dan Saudi Arabia masing-masing satu orang.

Sementara itu, jumlah PMI yang pulang dari negara luar pada tahun 2021 ada sebanyak 1.082 PMI dan di tahun 2022 ada sebanyak 823 orang.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Ketenagakerjaan Kabupaten Lampung Timur, Budi Yul Hartono, membenarnkan hal tersebut saat dikonfirmasi di ruangannya, Selasa (28/2/2023).

Menurutnya, pihaknya memberangkatkan PMI yang tertib dengan administrasi.

“Kalau administrasi tidak ada masalah sih, kita minta tertib,” katanya.

Bahkan, pihaknya tidak akan memberangkatkan PMI yang tidak lengkap administrasinya.

“Ketika ada persyaratan yang kurang, tidak kami terima, seperti jarus ada izin dari lurahnya,” sebutnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini pihaknya tidak menemukan permasalahan ataupun kendala dalam pemberangkatan PMI.

“Terkadang, masalahnya ya di PMI itu sendiri, contoh salah satunya, berangkat tidak dapat izin keluarga,” katanya.

Dia juga meminta agar masyarakat, khususnya di Lampung Timur agar memilih perusahaan yang resmi.

“Kita minta masyarakat untuk memilik agen yang resmi, agar sesuai prosedur. Agar tak bermasalah,” sebut Budi Yul.

Pihaknya juga menyebutkan, masyarakat dapat mengecek nama-nama perusahaan yang resmi di kecamatan-kecamatan masing-masing.

“Bisa di cek perusahaan yang resmi di kecamatan-kecamatan masing-masing,” paparnya.

Sementara Kabid Ketenagakerjaan, Barli Saputra Utama menyebutkan, ada sekitar 450 perusahaan penyalur tenaga kerja.

“Ada sekitar 450 perusahaan, dan itu juga tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya juga melakukan upaya sosialisasi guna mengantisipasi keberangkatan para PMI melalui agen ilegal.

“Kami punya forum PPPMI se-kabupaten Lampung Timur, dan selalu kita sosialisasikan tentang ruginya jadi PMI non struktural,” pungkasnya. []

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement
Advertisement