September 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sambil Menunggu Diterbangkan ke Hong Kong, Begini yang dilakukan CPMI Asal Sukabumi

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SUKABUMI – Badai pandemi yang menghempas seluruh dunia membuat banyak lini terkena dampaknya. Salah satunya perekonomian M (35) janda baru asal Sukabumi.

Sebelumnya, M sejatinya merupakan seorang buruh pabrik. Namun terpaksa dirinya harus dikeluarkan karena sering tidak masuk kerja lantaran menghadiri sidang perceraian yang dia urus. M resmi berstatus janda sejak awal tahun 2020 silam.

Setelah menyandang status janda, M mendaftarkan diri ke beberapa perusahaan penyalur PMI agar bisa disalurkan bekerja ke luar negeri untuk mengupgrade penghasilan dan taraf hidupnya. Negeri Beton menjadi pilihan.

Sejak berkas pendaftaran dia masukkan, dan sempat mendapat pelatihan di penampungan sebelum akhirnya dia dipulangkan karena pandemi, hingga kini kepastian untuk mendapat pekerjaan yang diidamkan belum juga menampakan tanda-tanda akan segera datang.

Disisi lain, kebutuhan sehari-hari tidak bisa ditunda seiring dengan tertundanya mendapat kontrak kerja dengan majikan.

Wal hasil, M pun berusaha melakukan apa saja, mencari-cari ke sana sini, pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Namun lagi-lagi, hasilnya jauh dari yang dia inginkan.

Hingga akhirnya, M bertemu dengan sebuah tawaran untuk bekerja di sebuah warung hiburan kawasan wisata Ujung Genteng Sukabumi.

Di tempat tersebut, M tidak hanya mendapat gaji, namun juga mendapat komisi dari penjualan.

Sebagai pelayan warung hiburan, Mawar tak hanya menawarkan minuman dan makanan, namun juga siap menemani tamunya yang kesepian dan butuh “kebahagiaan”.

“Saya baru 5 hari ini disini dan baru dapat 2 orang tamu,” katanya.

“Saat ini hanya fokus menghidupi keluarga dengan kerja melayani pria mencari hiburan secara profesional. Dari uang tip dan komisi dari makanan dan minuman yang dibeli oleh tamu tamu warung,” ungkapnya.

Pengakuan M rupanya berbeda dengan kesaksian T tetangga warungnya. Menurut T, M sudah bekerja ditempat tersebut sejak bulan November.

“Bukan lima hari, sudah sejak November dia. Dan saya lihat, dia laris, tamunya banyak. Dengan nemenin tiga tamu, dia bisa dapet limaratusan bersih sehari” tutur T.

Sampai kapan mawar akan menjalani hal tersebut ? []

 

Advertisement
Advertisement