May 31, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sampai Pukul 07:00, Jumlah Korban Meninggal Tsunami Anyer Lampung Menjadi 43 Orang, Luka-Luka 584 Orang

3 min read

Dampak tsunami Pantai Anyer dan Lampung Selatan atua disebut juga tsunami Selat Sunda terus bertambah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, tsunami Pantai Anyer dan Lampung selatan atau tsunami Selat Sunda sampai pukul 07:00, 43 orang meninggal dunia.

“Hingga Minggu (23/12/2018) pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya,  584 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami.

Rincian Korban Tsunami Pantai Anyer dan Lampung Selatan atau Tsunami Selat Sunda

 

  1. Korban di Kabupaten Pandeglang Banten

Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita.

Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

 

  1. Korban di Kabupaten Lampung Selatan

Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sebagian besar korban berasal dari Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Rajabasa.

 

  1. Korban di Kabupaten Serang Banten

Di Kabupaten Serang, Banten, tercatat 3 orang meninggal dunia. Korban luka-luka di Serang tercatat 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

 

Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah. Menurut Sutopo Purwo Nugroho, penanganan darurat terus dilalukan.

Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat.

Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya.

 

Sutopo Minta Maaf Sebut Tsunami Pantai Anyer dan Lampung Selatan Hanya Gelombang Pasang

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membenarkan bencana yang menimpa Pantai Anyer Pandeglang, Lampung Selatan dan sekitar Selat Sunda adalah Tsunami.

Padahal sebelumnya Sutopo memastikan kejadian tersebut hanyalah gelombang pasang akibat bulan purnama.

Hal itu ia klarifikasi dalam akun media sosial Instagram resminya @sutopopurwo dan juga media sosial Twitter miliknya @Sutopo_PN.

“Mohon maaf jika di twitt awal saya menyampaikan bukan tsunami tapi gelompang pasang. Benar, Tsunami Menerjang Pantai di Selat Sunda,” tulis Sutopo, Minggu (23/12/2018).

Adanya perubahan dan perbaikan informasi data dan analisis terbaru ia terima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“BMKG telah menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan,” kata Sutopo.

Tsunami terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam, sekitar pukul 21.27 WIB dan menyebabkan permukiman serta hotel di sekitar Pantai Anyer rusak.

Sutopo menegaskan Tsunami bukan dipicu oleh gempa bumi, sebab tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik.

“Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah Iaut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau,” ungkap Sutopo.

Ia pun menjelaskan pada saat bersamaan terjadi juga gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama.

“Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang,” katanya. []

 

Advertisement
Advertisement