Sekolah Agro untuk PMI
2 min read
JAKARTA – Pendirian Migrant Training Centre (MTC) resmi diwujudkan oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bersama PT Perkebunan Nusantara. Pendidikan akan dipusatkan di LPP Agro Nusantara, Yogyakarta dengan melibatkan berbagai sektor yang kompeten.
MTC di LPP Agro Nusantara ini merupakan sebuah lembaga pendidikan vokasi yang akan meningkatkan nilai tambah pekerja migran dari segi keterampilan dan kemampuan, khususnya di bidang perkebunan.
Penandatangan kerjasama ini dilakukan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfilkar Ahmad Tawalla dan Direktur SDM dan Umum PTPN III, Endang Suraningsih pada Sabtu (24/1/2026) di LPP Agro, Yogyakarta.
Menurut Dzulkifar saat ini tenaga kerja terampil di bidang perkebunan, baik teknis maupun manajemen masih dibutuhkan oleh negara-negara seperti Malaysia, Jepang, Korea dan beberapa negara di Eropa yang tengah dijajaki kemungkinan kerjasama bilateral.
Kehadiran MTC ini baginya merupakan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk menambah nilai pekerja migran dari segi keterampilan dan kemampuan.
“Isu mengenai Pekerja Migran Indonesia yang unskilled selalu menjadi factor yang membuat mereka dipandang sebelah mata. Dari 296.948 PMI pada 2025, sebanyak 63,94 persen terkonsentrasi di lima jabatan housemaid, caregiver, plantation worker, worker dan domestic worker,” katanya.
Kondisi ini disebutnya menyebabkan posisi Indonesia di perpetaan negara-negara pengirim pekerja migran kalah bersaing dengan Filipina, Myanmar, India dan Bangladesh untuk posisi pekerjaan serupa.
Dengan melalui pendidikan vokasi di MTC, calon pekerja migran akan memiliki kualitas sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan khususnya di bidang agro. Sehingga keberadaan MTC ini akan menjadi pemantik terbangunnya sebuah ekosistem yang mampu melahirkan pekerja migran yang unggul, terlindungi hukum dan berdaya saing global.
Direktur SDM dan Umum PTPN III, Endang Suraningsih mengatakan saat ini proses seleksi bagi calon siswa MTC sudah dilakukan dengan target angkatan pertama 300 orang yang minimum berusia 18 tahun.
“Terkait kurikulum, kita sedang mengembangkan untuk bisa memenuhi standar kebutuhan dan karakteristik negara penempatan. Kita mencoba nantinya tidak hanya akan membekali mereka skil, namun juga soft skill dan mental,” katanya.
Diharapkan nantinya melalui pelatihan dan sertifikasi yang sudah disiapkan oleh LPP Agro, akan menjadi bekal PMI di bidang agro.
Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo menyatakan keberadaan MTC ini akan semakin menunjukkan peran Lembaga dalam bidang perkebunan maupun isu-isu strategis nasional.
“Ini merupakan kebanggan bagi LLP Agro dipercayai amanah seperti yang ditugaskan kepada kami untuk membangun kemajuan Indonesia di bidang agroindustri,” pungkasnya. []
