April 22, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Selama Rentang Waktu Enam Tahun, Ditemukan Ratusan PRT Asing Lakukan Bunuh Diri, Didominasi Dari Indonesia

1 min read

HONG KONG – Peliknya persoalan hidup bisa menimpa siapa saja tanpa pandang bulu. Namun demikian, siapapun memiliki hak untuk mengurai kepelikan tersebut dengan cara masing-masing. Tak jarang, kepelikan permasalahan hidup yang menimpa justru disikapi dengan putus asa, menyelesaikannya dengan mengakhiri hidupnya sendiri.

Tentu, sikap putus asa ini juga bisa terjadi pada siapa saja dengan berbagai kriteria, baik manusianya maupun tingkat kepelikan permasalahannya.

Sikap putus asa dalam menghadapi kepelikan hidup, tak jarang menghinggapi pekerja migran Indonesia yang tengah berada di negara penempatan. Kepelikan mereka beragam, bisa dari permasalahan pekerjaan, permasalahan relationship,  bahkan permasalahan yang membebani di kampung halaman.

Ada data yang cukup membuat miris yang dirilis oleh Human Rights Watch (HRW), sebuah lembaga non profit yang konsern dalam permasalahan hak asasi manusia, bahwa dalam rentang waktu enam tahun antara tahun 1999 hingga tahun 2005, di Singapura tercatat terjadi 147 kali aksi bunuh diri yang dilakukan oleh PRT asing.

Hal yang menyedihkan lagi, dari jumlah tersebut, 122 diantaranya dilakukan oleh PRT asing asal Indonesia, menyusul diurutan kedua dari Filipina.

Mengutip The Independent, sumber dari HRW menyatakan, seorang pekerja rumah tangga yang mencoba bunuh diri setelah mengalami kondisi kerja yang buruk dan merasa dia tidak punya alternatif lain untuk keluar dari permasalahannya.

Isolasi di tempat kerja, tuntutan kerja yang berlebihan, pelecehan yang dilakukan oleh pemberi kerja, dan tekanan keuangan merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. []

Sumber ApakabarOnline

 

Advertisement
Advertisement