April 18, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Seluruh Hasil Kerja Selama 40 Tahun Jadi PMI Dinikmati Anak Sendiri, Pulang Kampung Liana Harus Hidup di Panti Jompo

2 min read

JAKARTA – Harapan tidak menjadi kenyataan, berniat menjadi pekerja migran, demi membangun pondasi masa depan, namun justru masa depan yang didapat oleh Liana (65) jauh dari kesejahteraan dan kebahagiaan. Sebab Liana harus ikhlas menjalani hidup di panti jompo.

Derita Liana tersebut menyeruak ke permukaan,  viral, usai diunggah oleh seorang pengguna akun Tiktok @bariah6946 pada Senin (11/12/2023).

Dalam video yang beredar, terlihat mantan PMI asal Jawa Timur itu sedang dievakuasi ke dalam mobil ambulance yang telah siap membawanya ke panti jompo.

Sambil dipegangi, wanita paruh baya itu terlihat berjalan perlahan menuju mobil ambulance.

Dalam keterangan yang dibagikan oleh perekam video, ia menyebutkan mantan PMI tersebut terpaksa dititipkan ke panti jompo karena sudah tak memiliki uang dan ditelantarkan oleh anak.

“Anaknya gak genah (benar), orang tuanya ditelantarkan orang tua kerja 40 tahun ke Malaysia dihabiskan uangnya. Rumah dijual. Orang tua ditaruh di panti jompo,” ujar perekam video.

Sejumlah warga yang mendengar pernyataan perekam video tampak memintanya untuk diam, namun perekam menolak dan menyebutkan orang lain harus tahu atas kejadiaan tersebut.

“Biar, biar tahu kalau anaknya gak benar. 40 tahun ke Malaysia uang dihabiskan sama anaknya,” kesal perekam video.

Sayangnya, kini akun tersebut tiba-tiba hilang dan tidak dapat ditemukan. Meski demikian, video tersebut diketahui telah viral dan diunggah ulang oleh sejumlah akun, salah satunya pada akun Instagram @memomedia.

Warganet yang melihat kejadian tersebut terlihat cukup menyayangkan aksi yang dilakukan anak mantan PMI itu, banyak kemudian netizen yang melontarkan beberapa kalimat kecaman.

“Kalo gak bisa bahagiain, ya minimal jangan nyakitin. Sesimpel itu yang orang tua minta ke anaknya,” tulis @pbl**

“Sehat-sehat ibunya, cepet sengsara anaknya,” tulis @ali**

“Anak-anak yang punya pemikiran seperti ini sakit, gara-gara nafsu dunia dia rela ngebuang ke panti yang telah ngelahirin dia,” tambah yang lainnya []

Advertisement
Advertisement