April 22, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Seorang Majikan di Hong Kong Galon, Karena PRTnya Punya Kutu Rambut

2 min read
Foto facebook Aria Cheuk

Foto facebook Aria Cheuk

HONG KONG – Membeli kucing dalam karung, begitulah ungkapan yang sering muncul untuk mengungkapkan kondisi seorang majikan ketika mendapatkan tenaga PRT  yang langsung datang dari negara pengirim tanpa pernah bisa bertemu secara langsung sampai dengan PRT tersebut tiba di boarding house agen yang menyalurkan. Dari situasi ini, majikan sering mengeluh, antara kenyataan tidak sesuai dengan harapan sebagaimana yang disebutkan dalam penjelasan saat wawancara.

Perkembangan teknologi saat ini sejatinya sudah meminimalkan resiko “kucing dalam karung” tersebut. Setidaknya majikan yang akan merekrut PRT asing langsung dari negara penempatan melalui jasa agen, dapat melakukan live interview dengan calon PRT yang disodorkan.

Meskipun demikian, celah untuk mendapatkan PRT asing yang tidak sesuai spesifikasipun tetap ada.

Terkini, seorang majikan di Hong Kong mengalami hal serupa, mendapatkan PRT asing yang tidak sesuai dengan kriteria yang disebutkan saat wawancara.

Adalah seorang majikan bermarga Cheuk, melalui sosial media mengeluhkan kondisi PRT asing yang baru saja masuk dan bekerja di kediamannya.

Cheuk mengaku mendapatkan PRT asing tersebut langsung dari perusahaan yang menempatkan dari Filipina melalui jasa sebuah agency di Hong Kong.

Baru saja sampai di Hong Kong, Cheuk mendapati, PRT asing tersebut datang dengan membawa peternakan kutu alias tumo di rambut kepalanya. Keberadaan kutu rambut alias tumo, tentu membuat Cheuk tergeli-geli takut menular, sebab bisa saja kutu tersebut sebagian ada yang keluar dari rambut, jatuh kemudian berpindah kepala.

Meski kecewa, Cheuk masih mentoleransi kondisi PRTnya. Bahkan Cheuk berinisiatif turut mengeramasi rambut PRTnya dengan shampo plus obat kutu sembari berharap kutunya segera musnah.

Tak hanya berhenti sampai disitu, Cheuk selanjutnya mendapati kenyataan bahwa PRT asing tersebut ternyata sangat lamban dalam bekerja dan seringkali gagal mengerjakan tugasnya.

Hal tersebut tentu menambah dalam kekecewaan Cheuk. Dan Cheukpun mengaku terus berusaha melatih kecakapan PRTnya karena bagaimanapun juga Cheuk menyadari bahwa baru kali ini PRTnya bekerja tanpa pengalaman sebelumnya.

Setelah sempat menjalani hari libur sebanyak 2 kali, tetiba PRTnya tersebut mengutarakan kepada Cheuk bahwa dirinya ingin pulang ke negaranya karena saudaranya terserang stroke.

Keinginan tersebut diutarakan saat PRT tersebut baru 18 hari bekerja di rumah Cheuk. Tak hanya itu, kepada Cheuk, PRT tersebut juga mengutarakan tidak sanggup lagi bekerja di rumah Cheuk.

Kemudian PRT tersebut ngotot kembali ke agen dan Cheuk pun hanya bisa pasrah.

“Pelajaran berharga, membeli kucing dalam karung ketika mendapatkan PRT asing ini. Tidak terbukti klaim mampu bekerja saat disampaikan waktu wawancara, tapi kenyataannya sesampai di sini untuk bekerja semua bertolak belakang” keluh Cheuk. []

Advertisement
Advertisement