July 2, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Seorang Majikan Lansia Meninggal Dunia Karena Corona Tertular PMI yang Menjaganya

2 min read

HONG KONG – Seorang majikan lansia berudsia 75 tahun dikabarkan telah meninggal dunia setelah beberapa hari sebelumnya mengalami kondisi drop lantaran positif terinfeksi virus corona.

Sebelum positif terinfeksi, majikan tersebut kondisinya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya terbaring diatas ranjang selama beberapa tahun belakangan karena penyakit degeneratif yang dia derita. Dengan demikian, nenek berusia 75 tahun tersebut tidak pernah pergi keluar rumah, terlebih saat pandemi terjadi.

Hal mengejutkan, saat rumah sakit yang menangani perawatannya mendeteksi nenek tersebut positif terinfeksi virus corona. Tentu tracking dan tracing langsung dilakukan.

Dan hasilnya, orang yang selama ini selalu bersama nenek tersebut selama 24 jam, yakni seorang PRT asing asal Indonesia ternyata positif terinfeksi virus corona.

PRT tersebutlah yang secara medis menjadi carrier corona hingga nenek terinfeksi.

Mengutip  Shin Min Daily News, peristiwa tersebut terjadi di Toa Payoh Singapura pada 14 Desember 2021 kemarin.

Mengetahui hal tersebut, PMI yang telah sepuluh tahun lamanya hidup bersama dan bekerja merawat almarhumah syok dan merasa sangat bersalah.

Diantara isak tangisnya, PMI berusia 40 tahun itu mengaku tidak pernah libur selama pandemi. Dirinya hanya keluar rumah seminggu maksimal 2 kali untuk berbelanja dan tidak pernah berlama-lama diluar rumah alias langsung pulang begitu urusan belanja selesai.

Hal tersebut dia lakukan mengingat pertama dia menjaga nenek berusia 75 tahun yang dalam kondisi telah menjadi “kembang amben”, serta kedua situasi pandemi corona tengah melanda Singapura.

Sementara itu, keluarga majikan tersebut berusaha menghibur PMI yang syok agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

“Kami tidak pernah sedikitpun menyalahkan PRT kami yang menjaga ibu kami, semua musibah. Dan kami tidak akan memutus kontrak kerjanya gegara ibu kami meninggal dunia. PRT tersebut akan tetap bekerja pada keluarga kami, karena kami sudah tahu bagaimana kebaikan PRT tersebut dalam bekerja pada kami selama bertahun-tahun belakangan ini” tutur salah satu anak almarhumah.

Kini, PMI tersebut tengah menjalani perawatan medis untuk mendapatkan kesembuhan, sedangkan keluarga almarhumah yang memiliki riwayat kontak erat, menjalani karantina mandiri dibawah pengawasan petugas medis profesional. []

Advertisement
Advertisement