July 20, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Seorang PMI yang 30 Tahun Bekerja di Luar Negeri Nekat Lakukan Aksi Habisi Nyawa Sendiri

2 min read
foto radar kuningan

foto radar kuningan

JAKARTA – Harapan tidak sesuai dengan kenyataan, seringkali memicu kekecewaan mendalam hingga mengakibatkan seseorang berbuat diluar  dugaan.

Seperti yang dialami oleh R (60), seorang PMI asal Desa Haurkuningan Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan Jawa Barat kali ini. Aksinya membuat heboh banyak orang, setelah dirinya tetiba meloncat ke Dam Waduk Darma, pada Minggu, 23 Juni 2024 sekira pukul 11:00 siang.

Menurut saksi warga setempat yang melihat langsung aksi lansia tersebut diduga mau bunuh diri. Saat itu kata saksi mata, R sudah berdiri di tembok DAM dan meminta anaknya agar mendorong tubuhnya.

Namun permintaan itu tidak ditanggapi anaknya, akhirnya R langsung terjun bebas sendiri. Begitu melihat aksi nekad wanita tua itu, saksi langsung berlari melapor kejadian itu ke Polsek Darma.

Usai menerima laporan, sejujmlah anggota Polsek langsung meluncur ke TKP dan melakukan evakuasi dibantu awak perahu Waduk Darma. Sementara R yang belum tenggelam dibawa ke tepian Waduk Darma yang dipenuhi eceng gondok, selanjutnya diberi pertolongan dengan menarik tangannya.

Dengan susah payah akhirnya proses evakuasi tidak mengalami kendala. Korban langsung diangkat dan dibawa menggunakan perahu. Lalu langsung dibawa ke Puskesmas Darma guna pertolongan pertama.

Karena bantuan polisi, nyawa korban masih bisa diselamatkan. Setelah korban sadar pihak Polsek mengidentifikasi korban. Setelah diketahui R warga Desa Haurkuning, polisi langsung mengontak aparat Desa Haurkuning.

Kepada petugas yang memintai keterangan, R mengaku kecewa dengan kenyataan saat dirinya pulang ke kampung halaman, lantaran selama 30 tahun bekerja di luar negeri menjadi PMI, hasilnya setiap bulan selalu dikirim untuk dikelola oleh keluarganya.

Namun saat dirinya tiba di rumah, jauh panggang daripada api, hasil bekerja selama 30 tahun tak satupun ada wujudnya. R mengaku kini tidak memiliki apa-apa.

Menurut Kepala desa Haurkuning Sartono, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa R nekad melakukan percobaan bunuh diri.

Diawali dulu cek-cok mulut dan perselisihan dengan anaknya, hingga R kesal dan deoresi hingga akhirnya nekad terjun bebas di bendungan Waduk Darma. Namun kondisi fisik nenek R masih bisa diselamatkan.

Sementara itu, kini korban sudah dibawa pihak keluarganya dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum (RSUD) guna mendapatkan perawatan medis secara intensif. []

Advertisement
Advertisement