November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang 16 Tahun, Lebih dari Tiga Setengah Miliar Manusia Diangkut Kereta Api di Indonesia

2 min read
-

JAKARTA – Perkeretaapian sudah memilki kualitas pelayanan semakin baik, hal itu seiring tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, angkutan penumpang kereta api sudah mengangkut 3,7 miliar penumpang dalam kurun waktu 16 tahun. Sedangkan komoditas yang diangkut mencapai 426 juta ton dalam kurun waktu yang sama.

Dalam kurun waktu 16 tahun, tidak sedikit stasiun baru dibangun dengan megah, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera. Stasiun lama juga tidak luput dari pembangunan, sehingga wajah perkeretaapian menjadi jauh lebih baik. Hal penting lainnya yang juga dibangun adalah pembangunan jalur baru, serta selalu melakukan re-aktivasi jalur lama agar bisa dapat beroperasi kembali.

“Saat ini kita ketahui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) mempunyai program jalur ganda dan sekarang sudah selesai dibuat dengan safety. Ini adalah hasil karya DJKA dengan tujuan peningkatan pelayanan,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara kunci pada acara Webinar “15 Tahun DJKA, Merajut Asa Perkeretaapian Indonesia” yang diselenggarkan DJKA Kemenhub, Kamis (25/11/2021).

Budi Karya mengaku telah mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus memperlancar konektivitas antarwilayah dan mendukung pariwisata pada sektor perkeretaapian. Makanya, dia mengimbau agar pengawasan dan pengujian kereta api ke depan harus lebih ditingkatkan demi keamanan yang lebih baik dan pelayanan baik untuk masyarakat.

“Beberapa konektivitas untuk mendukung pariwisata sudah berjalan baik. Jalur ganda di Utara sudah ada, kereta bandara di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Solo, Yogyakarta, Jakarta sudah ada. Dari sisi tarif pemerintah juga memberi perhatian besar dengan memberikan subsidi,” pungkasnya.

Adapun skala prioritas Perekonomian perkeretaapian di antaranya, yaitu melanjutkan pengembangan infrastruktur konektivitas yang produktif, memastikan pemenuhan Proyek Prioritas Nasional dan Prioritas Strategis Nasional (PSN), mendukung pemerataan pembangunan nasional; mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di sektor transportasi, serta memastikan keberlanjutan layanan transportasi bagi masyarakat dengan mengedepankan aspek kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan transportasi.

Sekretaris Jenderal Perkeretapian Zulmafendi menjelaskan, pelayanan publik dan membangun infrastruktur termasuk dalam program prioritas, dengan tujuan memperkuat perkembangan perekonomian dan pelayanan dasar. Program tersebut mempunyai pelayanan ,dasar yaitu penyediaan subsidi perintis, penyediaan fasilitas keselamatan dan keamanan. Kemudian penanganan perlintasan keretaapian. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply