October 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Serius Garap Pasar Hong Kong, Pemprov Jatim Maksimalkan Potensi Produk Segar

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mendorong pengiriman barang UMKM ke pasar dunia melalui intensifikasi ekspor. Terutama memanfaatkan penerbangan pesawat cargo Garuda langsung Hong Kong yang kini bisa terbang dari Surabaya.

“Sejak tiga minggu yang lalu, setiap minggu ada empat kargo ke dari Jatim yang kita berangkatkan ke Hong Kong. Pekan lalu kita sedang nego ke Garuda dengan Angkasa Pura 1. Harapannya ada cargo yang bisa berangkat jam 1 pagi dari Juanda,” kata Khofifah, Sabtu (03/04/2021).

Pasalnya, sudah cukup banyak produk UMKM yang dikirimkan ke Hong Kong. Namun ternyata ada kebutuhan pengiriman produk, di mana konsumen ingin agar produk yang dikirim masih fresh sampai ke pelanggan sehingga bisa fresh consumted.

“Dari kebutuhan itu, saya sudah sampaikan ke Menteri BUMN supaya akses market ini bisa dikomunikasikan. Jadi semua kita bangun secara berseiring agar bisa memberikan akses lebih mudah dan lebih murah,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut, dikatakan mantan Menteri Sosial ini, bahwa mendorong kemajuan dan perluasan akses market bagi UMKM tengah serius dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab sebanyak 57 persen PDRB Jatim yang menyokong adalah UMKM.

Kini, UMKM di Jatim tengah terus dilatih untuk mendapatkan skill dalam pengembangan digital IT.

Khofifah ingin agar UMKM Jatim bisa memperluas jejering marketnya lewat teknologi digital dan bisnis online.

Dinas Koperasi dan UKM juga telah mendirikan UPT Pelatihan dan UKM untuk memberikan kemudahan pelatihan tersebut. Agar ke depan, mereka bisa berjaya dan mengembangkan pasarnya secara lebih luas.

Terlebih, ada prediksi yang disampaikan Jack Ma founder Alibaba, bahwa tahun 2030 mendatang, UMKM akan menguasai 80 persen skala ekonomi dunia.

Dan 99 persen UMKM akan melakukan perdagangan secara online, dengan 80 persennya melakukan perdagangan lewat e-commerce.

“Maka semua ini harus disiapkan, dan harus berseiring dengan upaya upaya yang kita lakukan. E-Commerce kita siapkan, pelatihan perdagangan online kita berikan, sampai pelatihan fotografi dan packaging harus diberikan pada pelaku koperasi dan UKM kita,” tandas Khofifah.

Saat ini diketahui koperasi aktif di Jawa Timur ada sebanyak 22.450 dengan jumlah anggota dan pengelola 3,987 juta orang.

Sedangkan untuk jumlah pelaku UMKM di Jatim totalnya saat ini mencapai 9,78 juta orang. []

Advertisement
Advertisement