December 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Setelah Mendapat Perawatan Selama Sembilan Hari, Pasien Positif Corona di Hong Kong Meninggal Dunia

1 min read
FEATURE IMAGE Setelah Mendapat Perawatan Selama Sembilan Hari, Pasien Positif Corona di Hong Kong Meninggal Dunia (ilustrasi Foto PressLive.Net)

FEATURE IMAGE Setelah Mendapat Perawatan Selama Sembilan Hari, Pasien Positif Corona di Hong Kong Meninggal Dunia (ilustrasi Foto PressLive.Net)

HONG KONG – Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole Eastern hari ini (25/07/2020) menyampaikan berita duka terkait dengan pasien positif COIVID-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut. Sekira pukul 4 pagi hari tadi seorang pasien positif COVID-19 dinyatakan meninggal dunia.

Pasien tersebut diidentifikasi sebagai pasien nomor 1.710, yang jika merujuk pada data CHP pada 17 Juli 2020 kemarin, pasien tersebut tertular virus COVID-19 dari sumber atau rantai yang tidak diketahui.

Otoritas Hong Kong Ingatkan Warga Berhati-Hati pada Penularan Corona yang Tidak Diketahui Sumbernya

Dalam keterangan pers yang didapat ApakabarOnline.com, pasien tersebut menjalani perawatan di rumah sakit sejak 16 Juli 2020 berawal dari keluhan sesak nafas. Awalnya, pasien yang dilaporkan berusia 84 tahun tersebut dirawat di Rumah Sakit United Christian. Namun seiring dengan memburuknya perkembangan kondisi pasien, sejak 18 Juli kemarin dipindahkan perawatannya ke Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole Eastern.

Meninggalnya pasien nomor 1.710 tersebut membuat jumlah kasus kematian karena COVID-19 di Hong Kong menjadi 17 kasus.

Dalam pemberitaan kami sebelumnya, otortitas Hong Kong kembali mengingatkan warganya agar mewaspadai rantai penularan virus covid-19 yang tidak diketahui sumbernya. Hal tersebut mendesak disampaikan menyusul banyaknya kasus positif baru yang tidak diketahui rantai atau sumber penularannya dalam laporan harian data COVID-19 di Hong Kong.

Otoritas Hong Kong menghimbau untuk lebih baik berada di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak disamping selalu mematuhi protokol kesehatan dibawah pandemi COVID-19. []

Advertisement
Advertisement