May 9, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Situasi Stabil, Status Darurat Corona di Jepang Akan Segera Dicabut

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Jepang diperkirakan akan mengambil keputusan untuk segera mengakhiri keadaan darurat yang telah diberlakukan selama berbulan-bulan di Tokyo terkait dengan pandemi virus corona (Covid-19). Keputusan tersebut diambil, 18 Maret 2021, meskipun ada kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya lonjakan jumlah kasus seiring perayaan musim semi dan penyelenggaraan estafet obor Olimpiade pekan depan.

Para ahli di panel yang ditugaskan oleh pemerintah akan mengakhiri keadaan darurat itu mulai hari Minggu mendatang. Langkah ini menegaskan keinginan pemerintah untuk meminimalkan beban pada bisnis dan menjaga perekonomian tetap berjalan. Namun, beberapa ahli memperingatkan bahwa terlepas dari keberhasilan Tokyo menurunkan tingkat infeksi baru, lonjakan jumlah kasus baru mungkin terjadi.

Tokyo dan tiga prefektur tetangganya telah memberlakukan keadaan darurat sejak 7 Januari. Kebijakan ini terutama mengharuskan restoran dan bar tutup pada pukul 20.00 dan mematuhi protokol kesehatan, serta meminta perusahaan-perusahaan agar mengizinkan para karyawan mereka untuk lebih sering bekerja dari rumah. Tindakan darurat serupa telah dicabut di enam daerah perkotaan akhir bulan lalu.

Jepang telah berhasil mempertahankan kasus virus dan kematian relatif rendah tanpa memberlakukan lockdown ketat. Jumlah kematian terkait Covid-19 sekitar 8.700 orang.

Menteri Ekonomi Jepang, Yasutoshi Nishimura, yang bertanggung jawab atas langkah-langkah pemerintah terkait pandemi, mengatakan indikator-indikator seperti kasus baru harian dan tingkat hunian rumah sakit telah turun ke tingkat yang memungkinkan keadaan darurat dicabut di prefektur Tokyo, Kanagawa, Chiba dan Saitama. Ia mengatakan Perdana Menteri Yoshihide Suga akan membuat pengumuman resmi pada Kamis, 18 Maret 2021, malam.

“Kami akan mencabut keadaan darurat namun tetap dalam kewaspadaan tinggi,” kata Nishimura kepada wartawan.

Shigeru Omi, seorang dokter di panel ahli virus corona, mengatakan, langkah-langkah kehati-hatian setelah masa darurat berakhir akan sangat penting. “Kita harus mencegah lonjakan penularan baru. Kita harus menghindari tekanan pada sistem medis dan kesehatan masyarakat seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” kata Omi.

Sejak tahun lalu, ekonomi Jepang dihantam oleh penurunan konsumsi, pariwisata, ekspor, dan manufaktur.

Keputusan untuk mencabut peraturan itu muncul hanya beberapa hari sebelum estafet obor Olimpiade nasional dimulai di prefektur Fukushima, di bagian timur laut Jepang, pada 25 Maret 2021.

Kasus baru di ibu kota Jepang naik menjadi 409 pada hari Rabu, 17 Maret 2021, tertinggi dalam sebulan dan naik dari 300 pada satu hari sebelumnya. Hingga Rabu, 17 Maret 2021, Jepang mencatat 451.186 kasus dan sekitar 8.717 kematian secara nasional, seperti dikatakan pejabat Kementerian Kesehatan Jepang. []

Sumber VOA

Advertisement
Advertisement