January 21, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Strategi Mengidentifikasi Kompetitor Bagi Pelaku UKM

4 min read

JAKARTA – Apapun bentuk bisnis dan produknya, tentu tidak luput dari yang namanya pesaing. Dalam hal ini, sangat penting rasanya kita melakukan identifikasi pesaing. Yang menarik dari proses identifikasi pesaing adalah, hal ini tidak serta merta kita lakukan untuk menjatuhkan pesaing. Namun hal ini dapat kita lakukan untuk benchmarking atau melakukan perbandingan sebagai tolak ukur performa dari usaha yang kita jalankan.

Jadi dalam hal ini, identifikasi pesaing kita posisikan sebagai sarana belajar agar bisnis kita dapat terus bertumbuh. Apa itu strategi identifikasi pesaing dan bagaimana langkah-langkah dalam melakukan identifikasi pesaing ? Yuk  kita bahas di artikel kali ini ya.

 

Identifikasi Pesaing

Competitive analysis, ini adalah istilah keren yang biasa dipakai untuk melakukan identifikasi pesaing. Secara sederhana, competitive analysis adalah strategi pemasaran untuk mengidentifikasi kompetitor atau pesaing dengan meneliti dan mempelajari kualitas produk, penjualan, serta strategi yang pesaing lakukan. Dari data-data yang kita kumpulkan nanti, Sahabat UKM dapat menyimpulkan apa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki pesaing dan seperti apa tren dari industri yang digeluti ke depan, sehingga kita mengetahui peluang apa yang dapat dioptimalkan terkait strategi-strategi yang akan dilakukan kelak.

Langkah-langkah Melakukan Identifikasi Pesaing

Berikut langkah-langkah yang dapat Sahabat UKM lakukan untuk mengidentifikasi pesaing

#1 Menentukan siapa saja pesaing kita

Hal ini sangat berkaitan dengan industri yang Sahabat UKM masuki atau produk yang ditawarkan. Industri ini ibarat medan peperangan. Setelah mengetahui medan peperangan apa yang kita masuki, maka kita tentu dapat mengenali siapa saja pihak-pihak yang berperang di medan yang sama. Namun yang perlu Sahabat UKM ketahui, pesaing dalam bisnis itu tidak selamanya bersifat langsung.

Arti dari pesaing langsung adalah pesaing yang menghadirkan produk dan layanan yang sangat mirip dengan apa yang Sahabat UKM tawarkan serta menyasar target pasar yang sama. Bahasa kerennya, biasanya kita sebut dengan persaingan head to head. Misal Sahabat UKM menawarkan produk bakso. Maka pesaing langsung adalah bisnis sejenis yang juga menawarkan produk bakso.

Disisi lain, ada juga pesaing yang kita kategorikan sebagai pesaing tidak langsung. Pesaing tidak langsung adalah pesaing yang produk dan layanannya mungkin tidak mirip dengan apa yang Sahabat UKM tawarkan, namun tetap menyasar target pasar yang sama atau bahkan bisa menjadi alternatif pengganti dari produk kita. Sebagai contoh, pesaing tidak langsung dari usaha bakso kita bisa jadi adalah produk martabak, sate ayam, soto hingga nasi goreng karena sama-sama memberikan solusi serupa untuk konsumen.

#2 Pelajari produk dan layanan yang ditawarkan oleh pesaing

Setelah Sahabat UKM dapat mengetahui siapa saja pesaing langsung dan tidak langsung, maka sekarang saatnya kita mempelajari produk dan layanan yang ditawarkan oleh para pesaing. Ada beberapa hal yang dapat Sahabat UKM pelajari, antara lain bagaimana harga yang ditawarkan pesaing, apakah di harga yang cenderung tinggi atau rendah; bagaimana pesaing kita mendistribusikan produk dan layanan yang mereka miliki; apa keunikan dari produk dan layanan yang pesaing tawarkan; varian apa saja yang dimiliki; kapan saja biasanya pesaing memberikan diskon kepada pelanggan; dan banyak hal lainnya.

Sebagai contoh, kita akan sedikit membahas tentang harga. Harga menjadi salah satu aspek penting yang dipelajari. Hal ini juga berhubungan target konsumen yang dituju, apakah konsumen berasal dari ekonomi tinggi, menengah, atau bahkan rendah. Jika target konsumen berasal dari ekonomi tinggi, dimana harga biasanya bukan merupakan faktor penentu utama dalam membeli produk, mungkin Sahabat UKM bisa menetapkan harga yang lebih tinggi dibandingkan pesaing. Begitu pula sebaliknya.

Selain itu, aspek harga juga berhubungan dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Artinya, jangan sampai harga yang nantinya Sahabat UKM tetapkan justru lebih rendah dibandingkan biaya produksi. Bukannya mendapat keuntungan untuk pertumbuhan usaha kedepannya, kita justru menderita kerugian.

#3 Pelajari strategi penjualan yang digunakan pesaing

Ada berbagai strategi penjualan yang dapat diterapkan, seperti memberikan layanan yang excellent, mengutamakan kualitas bahan baku, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui strategi penjualan pesaing, maka Sahabat UKM dapat menentukan strategi apa yang akan kita gunakan untuk kedepannya.

#4 Analisis bagaimana pesaing memasarkan produk dan layanan

Dalam hal ini, Sahabat UKM dapat menganalisis konten pemasaran pesaing, seperti media apa yang pesaing gunakan, apakah menggunakan Whatsapp Business, Website, atau berbagai media sosial lainnya. Selain itu, Sahabat UKM juga dapat menganalisis konten komunikasi apa yang mereka tonjolkan, apakah pesaing lebih menonjolkan sisi harga, kenyamanan dan ambiance lokasi usaha, varian produk, atau hal lainnya.

#5 Pelajari engagement konten pesaing

Setelah menganalisis konten yang dimiliki pesaing, Sahabat UKM juga dapat mempelajari seberapa tinggi tingkat engagement dari konten tersebut. Ini hal mudah untuk dilakukan, jadi Sahabat UKM tidak perlu bingung ya. Hal sederhana yang dapat dilakukan, antara lain melihat konten apa yang paling banyak mendapatkan like, comment, dan share; komentar yang diberikan apakah positif atau negatif; hastag apa yang biasa digunakan oleh pesaing kita, dan jika pesaing menggunakan lebih dari satu media sosial, Sahabat UKM dapat menganalisis sosial media mana yang memiliki tingkat engagement paling besar.

#6 Cobalah membuat analisis SWOT

Analisis SWOT sangat terkenal, mungkin Sahabat UKM juga pernah mempelajari hal ini sebelumnya. Secara sederhana, ini adalah analisis terkait kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat). Jika disingkat ini menjadi SWOT. Dalam hal ini, Sahabat UKM perlu menganalisis pesaing dengan menggunakan 4 hal tersebut.

Beberapa pertanyaan yang dapat membantu Sahabat UKM dalam membuat analisis SWOT, antara lain apa keunggulan yang dimiliki pesaing dibandingkan dengan produk dan layanan yang kita tawarkan; apa kelemahan pesaing kita; komentar negatif apa yang biasanya dikeluhkan oleh para konsumen; apa ada peluang yang belum dioptimalkan oleh pesaing kita; kondisi apa ke depan yang bisa menjadi ancaman untuk usaha yang dijalankan oleh Sahabat UKM; dan lain sebagainya.

Dengan melakukan 6 langkah di atas, Sahabat UKM dapat mengenali lebih baik pemain-pemain yang bertanding di arena yang sama. Sehingga, tentu akan memudahkan Sahabat UKM dalam merumuskan strategi-strategi apa yang akan dijalankan kedepannya agar dapat memenangkan persaingan usaha.

Sahabat UKM harus menjadi pelaku usaha yang smart, bukan pelaku usaha yang biasa saja. Inilah kunci yang membedakan bagaimana UMKM dapat naik kelas. Lakukan selalu riset mengenai para pesaing teman-teman. Dengan rajin mengidentifikasi pesaing, usaha kita dapat memiliki keunggulan daya saing. Yuk saatnya kita menjadi UMKM Jawara! []

 

Advertisement
Advertisement