Suasana Duka di Rumah PMI Korban Kebakaran Tai Po Asal Ponorogo
2 min read
PONOROGO – Kesedian akibat kebakaran yang terjadi di Tai Po, sampai dan dirasakan di Indonesia. Beberapa keluarga pekerja migran yang menjadi korban terutama, mengalami kesedihan secara langsung setelah kehilangan orang yang mereka cintai. Salah satunya, suasana duka tersebut terasa di Desa Tajug Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo.
Seorang PMI yang berasal dari desa tersebut, bernama Dina Martiana (36) diketahui telah menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran apartemen yang terjadi di Tai Po pada 26 November 2025 kemarin.
Bertandang ke rumah duka, awak media diterima oleh keluarga yang didampingi oleh perangkat desa.
“Tadi malam kepala desa memberi tahu. Yang jadi korban itu memang Mbak Dina, putri Pak Samud,” kata Perangkat Desa Tajug, Tohirin saat ditemui di rumah duka pada Minggu (30/11/2025) siang kemarin.
Ia mengatakan keluarga sebenarnya sudah menerima kabar sejak awal peristiwa, namun belum berani memastikan tanpa informasi resmi dari pihak berwenang.
Jenazah Dina direncanakan dimakamkan di pemakaman umum Sukun, Desa Tajug, setelah proses pemulangan selesai.
Menurut Tohirin, keluarga telah bersiap menunggu kedatangan jenazah yang diperkirakan tiba di Indonesia pada Rabu.
Adik korban, Riko Andi, menuturkan kecurigaan keluarga muncul setelah apartemen tempat kakaknya bekerja ikut terbakar.
Upaya menghubungi Dina tidak membuahkan hasil karena teleponnya tidak tersambung.
“Baru dapat kabar pasti Sabtu siang, setelah petugas memastikan lewat dokumen dan barang milik kakak,” katanya.
Riko mengenang percakapan terakhir dengan kakaknya pada Selasa sebagai obrolan biasa tanpa firasat buruk.
Ia menambahkan keluarga semakin terpukul setelah mendapat informasi bahwa Dina meninggal saat berupaya melindungi majikannya.
“Katanya terjebak di ruangan. Mau turun tidak bisa, karena asap dari bawah, jadi hanya bisa bertahan,” ucapnya.
Dina telah bekerja selama empat tahun di Hong Kong sebagai tulang punggung keluarga.
Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara dan meninggalkan seorang suami serta anak yang kini duduk di kelas IX SMP.
“Ini tahun kedua kontrak kerja, kontrak yang pertama habis lalu kembali memperpanjang dengan majikan yang sama,” ujar Riko. []
