January 27, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tajamnya Tikungan Taiwan, Membuat Bapak dan Anak Minum Racun Tikus Berbarengan

3 min read
Prime Banner

HONG KONG – Sebuah peristiwa memkilukan kembali menimpa keluarga pasangan pekerja migran Indonesia asal Sukadana Lampung Timur. Dipicu oleh permasalahan rumah tangga, seorang bapak berikut dua anaknya meminum racun tikus.

Satu keluarga yang terdiri dari ayah dan dua orang anaknya di Lampung Timur diduga nekat minum racun. Satu orang meninggal dunia dalam peristiwa tragis ini.

Ketiga korban masing-masing yakni berinisial TR (35), dan dua anaknya yang masih di bawah umur yakni IM (Laki-laki, 10 tahun) dan HA (Perempuan, 5 tahun). Korban meninggal dunia yakni si bungsu berinisial HA.

Mengutip pemberitaan Lampung 77, peristiwa yang terjadi pada Selasa (06/12/2020) di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, kemarin, kali pertama diketahui oleh ayah dari TR sekaligus kakek dari kedua bocah malang tersebut.

Kakek tersebut awalnya mendatangi rumah korban pada sekitar pukul 11.00 WIB. Sang kakek lantas mendapati ketiga orang tersebut tergeletak dan kejang-kejang di ruangan TV atau di ruang tengah rumah.

“Kakek korban ini baru pulang dari sawah dan mendapati anak serta cucunya telah tergeletak diruang TV atau ruang tengah dalam keadaan kejang-kejang,” kata AKP Muliawati, Kapolsek Sekampung, mewakili Kapolres Lampung Timur, AKBP Wawan Setiawan.

Melihat kondisi ketiga korban, saksi kemudian meminta pertolongan warga. “Saksi kemudian meminta bantuan kepada tetangga dan langsung membawa ketiga korban ke Puskesmas Sekampung. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Sukadana untuk mendapatkan penanganan intensif,” jelas Kapolsek.

Informasi dari lingkungan tempat tinggal korban, keluarga tersebut sedang mengalami permasalahan dalam rumah tangganya. Sedangkan istri korban sudah 17 bulan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan.

“Menurut keterangan saksi, informasi dari lingkungan di TKP bahwa korban memiliki masalah rumah tangga dan sedang terlilit hutang,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 1 botol racun tikus merk Timek dan 2 botol kecil susu Yoghurt.

Berdasarkan pernyataaan dari keluarga korban, pihak keluarga sepakat untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jasad korban HA. Hal itu mengingat, korban TR (35) saat ini masih dirawat di rumah sakit dan belum sadar sepenuhnya. Sedangkan istri korban dikabarkan masih berada di Taiwan dan segera kembali ke Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur.

Berdasarkan penelusuran ApakabarOnline.com melalui jaringan sosial media, diperoleh beberapa link dan tangkapan layar yang merujuk ke akun sosial media.

Pada akun yang diduga kuat sebagai ibu dari kedua bocah malang tersebut banyak di screenshoot unggahannya kemudian disebar luaskan disertai dengan caption hujatan.

Pada sebuah akun facebook yang diduga milik TR, terpantau banjir ucapan duka dan doa sebagai bentuk dukungan moral.

Sumber yang tidak ingin diungkapkan namanya menyatakan, petaka tersebut diduga kuat karena masalah perselingkuhan yang dilakukan oleh istri korban yang saat ini sedang bekerja di Taiwan.

“Kalau masalah hutang saja, saya yakin seyakin-yakinnya tidak akan sampai membuat bunuh diri, sebab saya kenal banget siapa mereka. Tapi kalau masalah dikhianati, kemudian bentuk pengkhianatan itu diunggah ke sosial media, dengan penampilan seperti perempuan nakal, siapa yang tahan melihat ? Jika anak-anak sudah besar dan mengetahui kelakuan ibunya disosial media, pastilah mereka akan menanggung malu juga.” tutur sumber yang juga merupakan seorang PMI asal kampung yang sama dengan korban.

Hingga saat berita ini diturunkan, ApakabarOnline.com masih terus berusaha meminta konfirmasi dari akun sosial media yang diduga milik seorang PMI Taiwan istri dari pelaku, namun belum beroleh respon. []

Advertisement
Advertisement