November 30, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tak Hanya Menjangkau Kota -Kota Besar di Indonesia, Melalui Tangan Ketiga, Kerapu Lamongan Tembus Hong Kong dan Amerika

3 min read
Kerapu Labuhan Lamongan (Kolase Foto istimewa)

Kerapu Labuhan Lamongan (Kolase Foto istimewa)

LAMONGAN – Sebagai kawasan yang secara geografis memiliki daerah pesisir, memiliki  banyak permukaan tanah di dataran rendah, membuat Kabupaten Lamongan punya sumberdaya alam perikanan.

Potensi SDA tersebut berupa ikan tangkapan maupun ikan budidaya.

Ada budidaya ikan bandeng, jaer, tombro, juga udang vanamei yang tersebar di 7 kecamatan, kini ada lagi budidaya ikan khusus kerapu dan hanya ada  di Desa Labuhan,  Brengkok, dan Desa Lohgung Kecamatan Brondong.

Bahkan lantaran produksinya melimpah dan areanya hanya ada di Pantura Brondong, dua desa itu dikenal dengan nama Kampung Kerapu.

Menukil Harian Surya, data dari Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan,  budidaya di Kampung Kerapu ini sudah tercatat dalam Kepmen Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) nomor 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya.

Luas area tambak ikan kerapu ini sekitar   250,75 hektare. Dan yang luar biasa,  di atas  lahan tersebut, para pembudidaya mampu meraup nilai produksi hingga Rp. 110, 723 milyar pada tahun 2021, dengan pangsa pasar lokal dan ekspor.

Kampung Kerapu Labuhan  tersebut menarik perhatian Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Ia  mengapresiasi potensi luar biasa yang dimiliki Kampung Kerapu Labuhan.

“Dari melihat produksi yang dilakukan, dan saya tau sendiri tadi yang dipanen, kemudian kapasitas produksinya, kapasitas pengiriman dan distribusi pemasarannya, ini sudah luar biasa. Ini potensi yang sangat-sangat amat mampu diperhitungkan,” ungkap Yuhronur Efendi saat bertandang ke Kampung Kerapu, Rabu (26/10/2022).

Selain untuk meninjau bagaimana pengelolaan dan  budidaya kerapu, Kaji Yes juga ingin  mendengarkan aspirasi pembudidaya.

Kedatangannya  ke Kampung Kerapu juga untuk menjawab kegelisahan petani tambak  budidaya ikan di Labuhan akan alih fungsi lahan dari budidaya menjadi industri.

“Memang kawasan ini sesuai dengan rencana tata ruang dan tata wilayah adalah dipergunakan untuk budidaya, sehingga akan tetap kami jaga sesuai peraturan daerah yang ada. Masyarakat dapat memaksimalkanpotensi yang ada,” ungkapnya.

Ia juga mendorong para petambak  untuk terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai lini,  termasuk civitas akademika, guna mengembangkan kualitas produksi, serta bisa mempertahankan peluang  ekspor ke lebih banyak negara.

“Saya melihat  lahan di Labuhan ini sangat  produktif dan punya potensi untuk budidaya  berbagai jenis ikan, termasuk produksi garam.

“Masyarakat harus terus didorong supaya hasil produksinya lebih baik lagi, ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan,  Yuli Wahyuono menambahkan,  bahwa volume produksi ikan kerapu di Lamongan  tiap tahun trendnya  meningkat,  dari 950,7 ton di tahun 2019 menjadi 1.350, 3 ton pada tahun 2021.

“Jumlah produksinya terus meningkat, nilai produksi juga tentunya meningkat, ” katanya.

Jadi, masih kata Yuli,  pada tahun 2019 nilai produksi kerapu yang semula sebesar Rp. 80,454 milyar menjadi Rp. 110,723 milyar.

“Ini untuk pemasaran hidup ke kota-kota besar di Indonesia, terutama untuk pangsa pasar hotel dan restoran,” ungkap Yuli.

Salah satu perwakilan dari Aliansi Pembudidaya Ikan,  Soekarno, mengungkapkan,  warga Labuhan merasa sangat diuntungkan dengan adanya budidaya kerapu.

Meski ada  budidaya lain seperti garam, udang, dan bandeng, namun lanjut Soekarno,   budidaya ikan kerapu sangat menjanjikan dan mampu menghasilkan income yang nilanya lebih besar.

Meski melalui tangan ketiga, Kerapu Labuhan sudah mencapai pasar ekspor hingga ke Hongkong dan Amerika.  Sedang pasar domestik seperti  Jakarta, Semarang, Jogja, dan Surabaya tetap tidak ketinggalan.

Ditambahkan, Kampung Kerapu Labuhan juga pernah menjadi rujukan studi dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Padang, hingga manca  negara Brunei Darussalam.

“Kami sangat diuntungkan dengan budidaya kerapu ini. Kami berharap Kampung Kerapu  dilindungi, agar dapat berproduksi lebih besar lagi. Jangan sampai lahan tergerus oleh berdirinya industri, ” pungkasnya.[]

Advertisement
Advertisement