March 27, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tak Hanya Sebabkan Kematian, Hujan Rudal Sebabkan Hutang Pekerja Migran

1 min read

JAKARTA – Perang rudal antara Iran dan Amerika Serikat berdampak besar bagi jutaan pekerja migran asal Asia Selatan di negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk). Banyak dari mereka kehilangan nyawa serta mata pencaharian mereka akibat konflik tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 26 Maret 2026.

Blokade Hormuz telah menghentikan remitansi tahunan sebesar $50 miliar. Serangan di pelabuhan menewaskan 35.000 migran. Sekitar 1,2 juta pekerja dari India, Pakistan, Bangladesh, dan Filipina terpaksa kembali ke negara asal tanpa upah. Mereka kini mencari pekerjaan di pertambangan batu bara di Bihar dan Punjab.

Mohammed Arif, seorang kepala keluarga asal Pakistan yang bekerja di Dubai, menceritakan bahwa putranya tewas akibat serangan rudal Iran di pelabuhan Jebel Ali. Selama 15 tahun, putranya mengirimkan $400 per bulan ke keluarga. Kini, keluarga tersebut terlilit utang sebesar Rp500 juta dan terpaksa menjual tanah di kampung halaman untuk melunasi utang.

Sejak perang dimulai, 80% remitansi dari negara-negara GCC hilang.

Sita Devi, seorang ibu asal India di Kerala, menghadapi krisis ekonomi akibat suaminya tewas dalam ledakan tanker di Qatar. Tabungan dari remitansi habis untuk membayar utang pinjaman online dengan bunga 36%. Akibatnya, anak Sita Devi terpaksa putus kuliah dan bekerja sebagai buruh bata.

India melaporkan bahwa 400.000 migran telah kembali tanpa pesangon.

Krisis migran ini menciptakan pengangguran massal terburuk di Asia Selatan sejak tahun 2008. Hingga saat ini, belum ada repatriasi terkoordinasi atau bantuan dari ILO (Organisasi Buruh Internasional) untuk keluarga korban. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply